Pages

Senin, 12 April 2010

Monolog Episode Daun Kering

Naskah Monolog
EPISODE DAUN KERING
ADAPTASI DARI CERPEN KARYA LARSI DE ISRAL
oleh Zulfikri Sasma


Waktu itu papa duduk di sofa. Ia membaca Koran, kelihatan santai, saya datang dan mengambil tempat di sofa lain.

Oke! Silahkan Papa buru babi. Tapi, membeli anjing? Apalagi seharga dua juta lebih? Saya tidak setuju! Itu haram, Pa!

Hehehehe… jika tidak dibeli Papa dapat anjing dari mana? Mana ada anjing kurap yang bisa buru babi? Atau anjing jadi yang dibagi-bagi secara gratis? Nak, membeli anjing itu tidak apa-apa asal tujuannya baik. Nah, menyelamatkan tanaman petani dari hama babi kan perbuatan mulia? Banyangkan babi-babi yang temok itu diburu dengan anjing kurap, heh, heh… ia akan tetap merdeka melahap tanaman petani. Dan, petani tidak akan makan, kamu rela petani mati kelaparan?


Tapi Tuhan tidak pernah menghalalkan sesuatu dari yang haram

Bukan Tuhan namanya kalau sekaku itu. Bukankah kamu sering bilang: adh-dharuratu tunbihul mahzhurat?

Apakah kondisi seperti itu sudah darurat?

Menurutmu, keselamatan manusia bukan ukuran darurat?

Anjing adalah anjing. Babi adalah babi. Najis tetap najis dan haram tetap haram!

Tuhan itu cerdas, nak. Ia tidak akan ciptakan tanah kalau memang kita dilarang menyentuh benda bernajis. Hehehehe…

KESAL SARJUN SEPERTI MEMUNCAK. IA BERDIRI DAN MELANGKAH MENUJU BELAKANG BANGKU

Bah! Banyak sekali alasan Papa untuk membenarkan keinginan dan perbuatannya.

SARJUN MENGGELENG-GELENGKAN KEPALANYA

Nah, saudara-saudara, bukankah apa yang saya saksikan di rumah tadi tidak masuk akal?
Seseorang yang selama ini tegar tertunduk lesu dan kuyu? Ini tidak masuk akal!



Naskah Monolog
EPISODE DAUN KERING
ADAPTASI DARI CERPEN KARYA LARSI DE ISRAL
oleh Zulfikri Sasma
Download Naskah Ini

0 komentar:

Poskan Komentar