Pages

Senin, 09 Agustus 2010

Jadi Penulis T.O.P. B.G.T – Arul Khan

"Untuk calon penulis novel yang menjejakan penanya di manapun, percayalah bahwa setiap goresan pena yang kita torehkan sangat bernilai dan memiliki makna terdalam di jenak kehidupan kita, maka menulislah."



Sebuah paragraf singkat yang memberi sengat dan harapan bagi setiap yang membacanya. Arul Khan, pengarang buku ini mampu memberi semangat kepada setiap orang yang membaca karangannya ini. Kesadaran bahwa setiap dari kita punya "power of writing", setiap dari kita mampu menghasilkan sebuah tulisan yang sempurna dari ide kita yang sederhana namun brilian.

Dengan sistemasi 2 bulan atau 60 hari, Arul khan, mampu menyihir setiap pembaca menuju keyakinan yang pasti akan kemampuan diri dalam talenta menulis. Tidak akan kita temui bab dalam buku ini yang akan kita lihat hanya pembagian langkah penting dalam hitungan hari yang semuanya total 60 langkah atau 60 hari.

Dimulai dari hal sepele namun merupakan penentu kita dalam penulis bahkan mungkin dalam apapun yang kita inginkan yaitu niat! Kita akan diajak terus menanjak, berlari menuju imaginasi tertinggi yang mungkin belum kita sadari menuju puncak kreativitas menulis dengan hati. Dengan komitmen pada hari pertama, jadwal management di hari kedua, mulai menulis di hari ketiga dan ide, sudut pandang, karakter, plot dan seterusnya merupakan langkah penting di hari berikutnya.

Di setiap langkah kita akan disuguhi motivasi dan hipnotis yang menyenangkan akan kemudahan dalam menjalankan tugas mulia ini, MENULIS! Arul khan menyadarkan kita bahwa menulis itu bukanlah suatu hal keramat yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang punya bakat, mereka yang punya darah penulis, namun, menulis merupakan panggilan jiwa secara alami yang menunggu kita untuk menjemput panggilan itu. Semuanya begitu mudah tanpa kita sadari semuanya begitu indah dalam alunan kenikmatan imagina si diri yang tida henti. Karena menulis adalah cermin dari diri.

Dengan bahasa yang saya yakin setiap orang bisa memahaminya Arul khan mampu mengalirkan keyakinannya, ide, dan motivasinya kepada setiap insan yang bernafas agar mampu menyadari "the realy easy to write". Dimulai dari hal sepele, Arul memberikan rambunya bagaimana agar kita mudah dalam menumbuhkan komitmen, menemukan ide, mengembangkan ide tersebut, serta bagaimana memanage semua ide yang sudah kita temui. Semuanya begitu gamblang tanpa beban, semuanya begitu mudah layaknya tanpa rintangan.



Jadi Penulis T.O.P. B.G.T ~ Editor By. I-One


Nggak Sekadar Ngampus – Bambang Q-Anees


Nggak sekadar ngampus tulisannya Mas Bambang Q Anees ini memang topp banget(bukan promosi lho).Isinya sangat menyentuh hati.Lebih pasnya membuat telinga jadi pedes,dan dada jadi deg-degan..he..he.Buku ini bukan cerpen ataupun sejenis novel,tapi merupakan suatu bentuk penuturan opini tentang keadaan dunia “kegelapan”mahasiswa dalam realita yang ada yang kemudian dibarengi dengan pencahayaan alias tips agar kuliah tidak hanya sekadar ngampuss..
Baru permulaan isinya saya baca,namun panasnya sudah terasa, Misal saja nukilan tulisan Andrias Harefa yang dimuat dalam buku tsb.
Lalu apa gunanya sekolah dan universitas kalau kita akhirnya hanya memproduksi beo-beo seperti para doktor pertanian yang tidak mampu membuat “jambu indonesia”atau “durian indonesia”,tetapi hanya membuat segala hasil-hasil pertanian serba Bangkok?………..
………Tidakkah sekolah dan universitas juga hanya mampu melahirkan sarjana-sarjana,bahkan belakangan juga doktor,yang bisanya cuma menjiplak hasil karya orang lain?Bukankah kita telah lama tahu bahwa sebagian besar sarjana kita tidak pernah menghasilkan karya tulis serius setelah diwisuda(bahkan juga para doktor dan profesor hanya sesekali menulis di media cetak untuk dapat disebut “pakar”.
Bagaimana?seru bukan?
Belum lagi nukilan dari tulisannya YB Mangunwijaya,tentang opininya sendiri mengenai memerdekakan manusia pegawai,menjadi manusia swasta.
Nukilan itu intinya begini,realita yang ada dunia pendidikan saat ini telah jatuh kepada power system yang justru mendidik manusia-manusia untuk menjadi “kuli babu” atau “panda-panda dalam sirkus”,bukan mendidik manusia yang kreatif.
Kalau memang tempat kuliahmu justru mendidik untuk menjadi kuli babu,jangan berkecil hati dulu,jadikanlah kuliahmu itu sebagai penyemangat dan kemudian disiplinkanlah dirimu sendiri agar kamu lebih bebas dan berfikir kreatif tidak terkekang dalam koridor yang sudah disediakan.
Itu semua bisa dicapai kalau kamu tidak kuliah hanya sekedar ngampus!!

Nggak Sekadar Ngampus ~ Editor By. I-One

Indah Dan Mulia – Amru Muhammad Khalid

Seorang lelaki menemui Rasulullah saw. dan bertanya, “Ya Rasulullah, apakah agama itu?” Rasulullah menjawab, “Akhlak yang baik.” Kemudian ia mendatangi Nabi dari sebelah kanannya dan bertanya, “Ya Rasulullah, apakah agama itu?” Nabi menjawab, “Akhlak yang baik.” Kemudian ia menghampiri Nabi dari sebelah kiri, “Apakah agama itu?” Dia bersabda, “Akhlak yang baik.” Kemudian ia mendatanginya dari belakang dan bertanya, “Apa agama itu?” Rasulullah menoleh kepadanya dan bersabda, “Belum jugakah engkau mengerti? Agama itu akhlak yang baik.” (al-Targhîb wa al-Tarhîb 3: 405).

Melanjutkan kesuksesan Meminta dan Mencinta dan Sabar dan Bahagia karangan penulis yang sama, buku Indah dan Mulia ini memandu Anda untuk mendidik diri berperangai luhur dan berperilaku bijaksana: 

(1) menunjukkan pentingnya akhlak dalam membangun kepribadian-Islam sejati, 
(2) memotivasi pembaca agar berpegang pada karakter istimewa itu, serta 
(3) menjabarkan urgensi setiap akhlak, pengaruhnya bagi diri sendiri dan masyarakat, dan pahalanya di dunia dan akhirat.



Indah Dan Mulia ~ Editor By. I-One


Rahasia Di Balik Penggalian Al-Aqsha – Abu Aiman

Di kota Al Quds atau Yerussalem, Palestina, masjid segidelapan itu berdiri indah dengan warna putih biru dan kubah bersepuh emas. Di kota suci ketiga setelah Makkah dan Madinah itulah pada 27 Rajab tahun 10 kenabian, Nabi Muhammad saw diperjalankan dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha lalu ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat bagi umat Islam dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. Hingga hari ini, masjid itu masjid berdiri di tengah udara keruh sengketa Israel – Palestina, menyaksikan jatuh bangun peradaban Islam. Namun, di bawah pondasinya tanah bukit telah keropos oleh ulah kaum Yahudi yang melakukan perusakan sejak tahun 1967.

Barangkali, sebagian umat Islam menduga bahwa masjid tersebut adalah bekas bangunan milik umat lain yang berhasil direbut, misalnya kuil atau gereja. Padahal, bangunan tersebut benar-benar milik umat Islam. Masjid itu dibangun kaum muslimin pada masa Umar bin Khattab menjadi khalifah, yakni sekitar tahun 638.

Bangunan bersejarah itu merupakan simbol universal bagi kota Yerussalem, kota yang dalam sejarahnya memiliki bermacam-macam sebutan, seperti, al-Quds atau Ilya (Romawi: Aela Capitolina). Nama asli kota itu adalah Tsiyown atau Zion. Dari kata itulah masyarakat Yahudi internasional membuat nama bagi gerakan kebangsaannya, yaitu Zionisme.

Dalam buku berjudul lengkap “Rahasia di Balik Penggalian al-Aqsha; Mitos Haikal Sulaiman, Tabut yang Hilang, dan Penantian Kedatangan Juru Selamat yahudi” ini, Abu Aiman mengungkapkan sejarah kota Yerussalem, Baitul al-Maqdis (komplek masjid al-Aqsha), mitos Yahudi seputar kuil suci mereka, dan berbagai rahasia di balik upaya penggalian tanah di bawah Baitul al-Maqdis. Gambaran diperjelas dengan ilustrasi grafis dan foto-foto, seperti denah dan konstruksi bangunan-bangunan di kompel Baitul al-Maqdis, serta dokumentasi persekutuan petinggi-petinggi sejumlah negara Barat dengan pemuka agama Yahudi.

Umat Yahudi melakukan penggalian di bawah al-Aqsa untuk mencari Tabut (semacam tempat ibadah portabel) yang berada dalam kemah suci. Mereka meyakini bahwa di bawah Baitul al-Maqdis terkubur kuil suci mereka yang disebut Haikal Sulaiman atau Kuil Salomo. Oleh karena itu mereka berhasrat untuk meruntuhkan Baitul al-Maqdis dan menggantinya dengan Kuil Salomo untuk menyambut kedatangan Mesiah juru selamat mereka (al masih Dajjal).

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda, “Setelah pembangunan Bait al-Maqdis berarti itu adalah kehancuran Yatsrib (kota Madinah). Setelah kehancuran Yatsrib itu berarti terjadinya pertempuran. Dan setelah terjadinya pertempuran itu berarti penaklukkan Konstantin. Dan setelah penaklukkan Konstantin itu berarti keluarnya Dajjal.” 



Rahasia Di Balik Penggalian Al-Aqsha ~ Editor By. I-One

Pass : www.ebukindo.co.cc

Rabu, 04 Agustus 2010

HARI AKHIR DAN AL MAHDI


Hari Akhir mungkin bukanlah istilah yang akrab bagi kebanyakan orang. Oleh karena itu, pertama-tama penulis akan memberikan penjelasan singkat atas masalah ini. Hari Akhir berarti ‘masa terakhir.’ Menurut kitab-kitab Islam, hal ini berarti sebuah periode waktu yang dekat dengan Hari Kiamat.

Berbagai tanda-tanda di dalam Al Qur’an dan tambahan penjelasan tentang Hari Akhir dalam kitab hadits memungkinkan kita sampai pada sebuah kesimpulan yang sangat penting. Ayat-ayat Al Qur’an dan berbagai hadits mengungkapkan adanya dua tahap Hari Akhir. Tahap pertama adalah sebuah periode ketika seluruh manusia mengalami berbagai masalah materi dan spiritual. Setelah itu, bumi akan memasuki periode keselamatan yang disebut “Masa Keemasan” yang ditandai dengan kehidupan yang penuh rahmat dan berkah dengan tegaknya agama yang benar. Menjelang akhir Masa Keemasan, akan ada keruntuhan sosial dalam waktu singkat, dan inilah saatnya manusia menunggu Hari Kiamat.

Dalam buku ini, kita menelaah Hari Akhir dari sudut pandang ayat-ayat Al Qur’an dan hadits. Yang jelas, tanda-tanda Hari Akhir tersebut saat ini telah mulai terlihat satu per satu, tepat seperti yang dijelaskan dalam berbagai rujukan tersebut. Munculnya tanda-tanda yang diberitakan empat belas abad yang lalu adalah kejadian besar yang meningkatkan iman dan ketaatan orang-orang beriman kepada Allah. Tentu bukan suatu kebetulan, dalam jangka waktu yang pendek seperti ini, seluruh tanda-tanda ini muncul satu demi satu. Tanda-tanda ini adalah kabar gembira bagi hamba-hamba Allah..

Penjelasan tentang berbagai peristiwa yang dibahas di halaman-halaman berikut ini dibuat menurut petunjuk ayat Al-Qur’an,

'Dan katakanlah: ”Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan'' (QS An Naml: 93).


AHal lain yang harus ditegaskan di sini adalah bahwa Allah Maha Mengetahui tentang segala sesuatu. Seperti di setiap persoalan lainnya, kita tidak mempunyai pengetahuan sama sekali selain yang telah Dia beritahukan kepada kita.



Sebab Mekarmu Hanya Sekali - Haikal Hira Habibillah


Ke mana pun langkah akan kau bawa, sesungguhnya bumi tempat kau berpijak akan selalu menjadi saksi bagimu kelak di hari perhitungan. Tatkala godaan dan rayuan dunia yang semakin hari jelas semakin berat akan kau temui kelak di kemudian hari. Maka, selalu ingatlah bahwa kau adalah bagian dari komunitas makhluk mulia yang dicipta-kan untuk menjadi khalifah di muka bumi. Seorang penghuni alam yang tak layak untuk berbuat kemungkaran di atas amanah berat yang terlanjur dipikulkan. Sebuah amanah besar yang bahkan gunung-gunung pun tak sanggup memikulnya.  Allah Subhaanahu wa ta'ala berfirman,
"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh." (Al-Ahzab: 72)
Namun demikian, Allah Subhaanahu wa ta'ala pun tak pernah melepaskan umat manusia begitu saja tanpa bekal yang memadai. Hingga Allah Subhaanahu wa ta'ala menganugerahkan bagi seluruh umat manusia yang ada di dunia ini kelebihan-kelebihan yang bila mampu digunakan sesuai dengan ketentuanNya, maka amanah besar itu akan dapat dilaksanakan dengan baik.
Sungguh, tak ada keraguan sedikit pun untuk menyadari bahwa setiap insan itu diciptakan dalam kondisi yang paling baik. Tanamkanlah dalam jiwamu bahwa kau adalah terlahir sebagai makhluk yang sempurna. Dengarkanlah jaminan dari Allah Subhaanahu wa ta'ala sendiri tentang betapa paripurnanya penampilan fisik dari makhluk bernama manusia, sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa ta'ala,
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya."(At-Tin: 4)
Belum lagi dengan anugerah akal yang diberikanNya bagi umat manusia agar mampu memilah dan memilih kebenaran sekaligus sebagai pembeda antara mereka dengan makhluk yang lainnya.Maka, Islam sebagai pedomanmu itu pun telah menyeru pada setiap diri agar selalu mempergunakan pikiran dan akalnya dalam upaya untuk menjadi makhluk yang paling mulia di sisiNya.


Sebab Mekarmu Hanya Sekali ~ Editor By. I-One

Komik Kapten Tsubasa

Kapten Tsubasa/Kyaputen Tsubasa/Captain Tsubasa adalah nama manga yang mempunyai tema sepak bola. Cerita Komik Kapten Tsubasa ini dimulai dari kisah seorang anak SD yang bernama Tsubasa Ozora.

Tsubasa yang baru saja pindah dari kota Nankatsu ingin sekali bermain sepak bola dan menjadi pemain terbaik. Setelah masuk ke sekolah barunya, Tsubasa langsung masuk ke perkumpulan tim sepak bola. Petualangan berlanjut dari latihan Tim Sepak Bola Nankatsu di sebuah lapangan yang juga sering dipakai oleh Tim lain yang diketuai oleh Genzo Wakabayashi.

Mereka pun akhirnya bertanding dan sepakat, kalau Nankatsu bisa mencetak 1 buah Gol maka Nankatsu boleh bermain di lapangan tersebut. Pertandingan pun berlangsung sengit. Nankatsu yang semula kalah berhasil membalas serangan lawan justru ketika Tsubasa dipasang sebagai pemain belakang. Ketika ada kesempatan Tsubasa berhasil mencetak gol dan akhirnya Nankatsu diperbolehkan berlatih di lapangan tersebut. Setelah kejadian tersebut, Tsubasa selalu diberi kehormatan untuk menyandang gelar Kapten. Karena hal inilah mungkin si pengarang akhirnya memberi judul komik Kapten 


Download Komik Seri 12          Download Komik Seri 25                                             .
Download Komik Seri 13          Download Komik Seri 26                                             .