Pages

Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 November 2011

Bumi Cinta - Habiburrahman El Shirazy

Apa jadinya, jika seorang santri salaf bernama Muhammad Ayyas, hidup di negeri paling menjunjung tinggi SEX bebas dan pornografi, yaitu Rusia ???
Akankah iman dan kehormatannya dipertaruhkan demi memenuhi hasrat duniawi nonik-nonik Moscow, yang kecantikannya tiada tara ?

Dan tersebutlah seorang pemuda Indonesia bernama MUHAMMAD AYYAS, seorang mahasiswa pasca sarjana di Delhi, India yang juga seorang santri. Muhammad Ayyas yang sebelumnya kuliah di Madinah ini berniat ingin mengerjakan tugas penelitian dari Dosen pembimbingnya yaitu mengenai Kehidupan Umat Islam di Rusia pada masa pemerintahan Stallin.

Tibalah ia di Rusia dengan disambut oleh teman lamanya DAVID. David inilah yang mencarikan apartemen tempat tinggal untuk Ayyas. Dengan alasan keterbatasan budget yang dimiliki Ayyas dan lokasi apartemen yang strategis ternyata David hanya bisa mendapatkan sebuah apartemen yang berbagi dengan orang lain. Parahnya teman seapartemennya itu adalah dua orang wanita Rusia yang jelita. Serangkaian masalah bagi Ayyas pun bermula dari sini.

YELENA seorang pelacur kelas atas dan LINOR seorang pemain biola yang akhirnya diketahui sebagai agen rahasia Mossad adalah 2 wanita yang menjadi teman seapartemen Ayyas. Apartemen yang memiliki 3 kamar ini mengharuskan Ayyas harus selalu berinteraksi dengan keduanya di ruang tamu, dapur, dan ruang keluarga. Sungguh ini merupakan godaan keimanan yang dahsyat bagi Ayyas yang mencoba menjaga kesucian dirinya sebagai muslim.

Godaan bagi Ayyas tidak hanya sampai di situ, dosen pembimbing yang dirujuk oleh dosennya di Delhi tidak bisa melakukan bimbingan ke Ayyas karena sesuatu hal, dia menyerahkan tugas bimbingan ini kepada asistennya. Dan ternyata sang asisten adalah seorang gadis muda jelita bernama ANASTASIA, seorang penganut kristen ortodoks yang sangat taat.

Interaksi yang intens sang asisten dengan Ayyas menimbulkan rasa simpati yang lebih di hati Anastasia kepada Ayyas. Ketertarikan itu pun kian hari kian menguat. Di lain pihak Yelena tengah dilanda konflik dengan sang mucikari dan Linor sang agen Mossad tengah menyiapkan rencana jahat kepada Ayyas, yaitu menyiapkan rekayasa fitnah sebuah pengeboman yang diarahkan agar Ayyas sebagai pelakunya.

Tiga wanita inilah yang mendominasi jalannya kisah dalam Bumi Cinta. Tidak ada konflik yang sedemikian hebat dalam kisah ini sebagaimana kita temui pada sosok Fahri yang sempat masuk penjara di Mesir, atau tokoh Furqon yang sempat terkena virus HIV. Di sini tokoh Ayyas hanya “nyaris” dipenjara karena difitnah melakukan pengeboman di Hotel Metropole oleh Linor.

Kisah ini juga dilengkapi dengan peristiwa pembantaian Zionis terhadap muslim Palestina di Sabra dan Sathila. Nuansa romansa memang terasa sangat kental di sini. Tiap halaman akan kita jumpai gejolak perasaan Ayyas atas wanita-wanita jelita yang dijumpainya.



Selasa, 15 November 2011

Dwilogi Padang Bulan - Andrea Hirata

Selain kupersembahkan untuk Pulau kecil tempat aku lahir, Belitong dan masyarakatnya yang unik, novel ini terutama sekali kupersembahkan padamu Kawan, pembaca novel-novelku. Tanpamu, semuanya tak berarti.

Aku tahu, novel terakhirku sebelum Dwilogi Padang Bulan ini: Maryamah Karpov, telah membuatmu sedikit garuk-garuk kepala. Sudah tebal, khayalannya melantur sana-sini, kisahnya tak selesai pula. Judulnya Maryamah Karpov, tapi tak ada kisah Maryamah Karpov. Dan aku maklum. Bahkan sebelum novel itu dulu selesai kutulis, aku sudah bisa memperkirakan reaksi pembaca.

Namun Kawan, sesudah engkau membaca Dwilogi Padang Bulan, kuharap dirimu paham pula mengapa aku menulis Maryamah Karpov begitu rupa. Karena, tanpa memahami kekhasan dan keeksentrikan sosiologi dari mana aku berasal, barangkali akan agak susah menerima bahwa sedikit banyak Dwilogi Padang Bulan inspired by a true story.

Maka yang kulakukan di dalam Maryamah Karpov adalah menggambarkan cultural landscapedan moralitas sebuah masyarakat di mana kemudian di atasnya kuletakkan kisah Dwilogi Padang Bulan. Ini adalah desain yang sangat sengaja sesuai dinamika kreativitas.

Melalui pemahaman ini, mudah-mudahan dirimu dapat melihat Maryamah karpov dengan cara yang berbeda, dan ketika menyandingkan Maryamah Karpov, Padang Bulan, dan Cinta di dalam Gelas, lalu membacanya secara berurutan, akan mendapat kesan yang baru tentang Maryamah Karpov.

Saat mempersiapkan ketiga novel itu, aku menjadi tergila-gila pada riset budaya. Sekarang aku berterima kasih, padahal dulu aku suka menggerutu, mengapa untuk kuliah teori ekonomi, mata kuliah budaya diwajibkan bagi kami-di Sheffield Hallam University-untuk diambil selama 2 semester. Pun aku telah terkantuk-kantuk mendengarkan ceramah DR. Hofstede- yang metodologinya banyak kupakai untuk riset novel ini-sekarang, aku menyesal.

Riset untuk menulis dwilogi Padang Bulan telah menyita waktu hampir 3 tahun. Satu tahun sendiri habis untuk berkomunikasi dengan pengajarku dulu tentang cara memodifikasi teori Hofstede –sebuah teori yang aslinya dibuat untuk riset corporate culture-dan terutama apakah modifikasi itu secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan. Hasil riset itu adalah bertumpuk-tumpuk data setinggi dada, dan bagaimana membunyikan data itu menjadi novel-sebuah karya sastra, kembali membuat kepala pening.

Sebab, aku yang tak tahu menahu soal sastra ini, tiba-tiba paham, bahwa riset bukan melulu ditujukan untuk mencari bahan yang akan ditulis, namun untuk menemukan dan menentukan apa yang tidak akan/tidak mau/tidak boleh ditulis. Bahwa hanya dengan menulis sesuatu tentang orang kecil, sesuatu yang memarahi pemerintah, sesuatu yang begitu surealisnya sampai tak seorangpun mengerti maksudnya-termasuk penulisnya sendiri, dan hanya dengan merubah kata cinta menjadi renjana, sedih menjadi nestapa, dan maling menjadi bramacarah, apakah serta merta dapat disebut sastra?

Riset itu, juga tiba-tiba membuatku paham bahwa menulis buku yang bagus sesungguhnya sangat tidak gampang. Lalu sampailah aku pada satu kesimpulan, bahwa sastra tak ubahnya sepak bola, semua orang pandai membicarakannya, semua orang pandai berkomentar. Dan begitu mudahnya seseorang dapat menyitir perkataan sastrawan besar pada masa listrik belum ditemukan manusia, lalu melemparkannya ke sebuah forum, agar ia tampak lihai. Nyatanya, amat sedikit orang yang benar-benar mengerti sastra. Sedih. Lebih dari itu, Argentina-tim kesayanganku telah kalah di piala dunia 2010. Pedih. Kurasa Veron musti belajar cara yang betul dalam menyundul bola.

Aku, yang masih termasuk orang yang belum memahami sastra, di akhir riset itu lalu tenggelam dalam kebingungan dan mulai dilanda keraguan apakah aku telah termasuk dalam golongan novelis, yang oleh seorang novelis Australia yang baru kukenal di sebuah festival sastra, disebut sebagai novelis kodian. Namun ia pula yang selalu menginspirasiku dengan kalimat canggihnya: let’s bloody do it! Lalu, seseorang di US Embassy menelponku dan mengatakan bahwa aku telah dinominasikan untuk sebuah program beasiswa writing di University of Iowa. Maka berbekal dua hal itu aku kemudian berani menulis Dwilogi Padang Bulan. Perkara novel ini bermutu atau tidak, nanti bolehlah kita bicarakan kalau aku sudah selesai sekolah. Sebab sekolah tiga bulan itu akan menjadi pengalaman pertamaku masuk kelas untuk belajar menulis sastra.

Akhirnya Kawan, mari kita jangan berpusing-pusing. Selamat membaca Dwilogi Padang Bulan. Nikmati, jangan pikirkan. Biarlah tugas berpikir kita serahkan pada penerbit buku. Lalu usai membacanya, cepat-cepat bercermin. Dan lihatlah di situ, di dalam cermin itu, betapa indahnya dirimu.


Download :

Putri Kesayangan Ayah - Mary Higgins Clark

 
Ketika Ellie Cavanough berusia 8 tahun, kakaknya Andrea, tewas dibunuh didekat rumah mereka di Oldham-on-the-hudson. Ada tiga tersangka : Rob Westerfield, pemuda tampan dari keluarga kaya setempat, yang diam-diam menjalin hubungan dengan Andrea, Paulie Stroebel, teman sekelas yang diam-diam mencintai Andrea, dan Will Nebels, pekerjaserabutan yang suka menawarkan jasa kepada para tetangga.


Kesaksian Ellie membuat pria yang ia yakini pembunuh kakaknya dipenjara selama 22 tahun. Namun si terhukum tak pernah mengakui kesalahannya, ketika dibebaskan bersyarat, Ellie memprotes pembebasannya. Tak ingin nama orang ini dipulihkan Ellie kembali ke Oldham dan melakukan penyelidikan, penyelidikan ini ternyata mengungkap suatu peristiwa lebih mengerikan yang selama ini tidak diketahui !




Minggu, 13 November 2011

Novel Ilana Tan Autum in Paris

Tara Dupont, tokoh utama cerita ini, tinggal di Paris dan bekerja sebagai penyiar radio. Ayahnya seorang pemilik resto bernama Jean Danielle Lemercier. Danielle ternyata memiliki masa lalu yang sempat terlupakan, namun muncul kembali seiring dengan kehadiran seorang pria muda bernama Tatsuya Fujisawa. Jadi ceritanya jaman doeloe kala, ha2, ayah Tara sempat menjalin hubungan dengan wanita ketika di Jepang, bernama Sanae, karena suatu hal, mereka terpaksa berpisah dan lost contact, tanpa mengetahui bahwa Sanae ternyata telah mengandung anak mereka. 

Setelah Sanae meninggal, ia meninggalkan surat pada Tatsuya untuk diberikan pada Danielle. Tujuannya, supaya ayah dan anak itu bisa bertatapmuka dan saling mengetahui keberadaan satu sama lain. Nach…sebetulnya tidak ada masalah dalam hal ini, Danielle langsung menerima dan mengakui Tatsuya sebagai anaknya. Masalah terbesarnya adalah karena anaknya yang lain, Tara Dupont, ini ternyata jatuh cinta pada Tatsuya…

Tatsuya merupakan rekan kerja Sebastien Giraudeau, yang kebetulan juga teman dekat Tara. Sebelum berkenalan resmi, Tatsuya sudah beberapa kali bertemu Tara secara tidak disengaja, namun Tara tak menyadarinya. Ketika ada program dari radio tempat Tara bekerja yang isinya membacakan email-email dari penggemar, Tatsuya ikut mengirimkan email dan menceritakan isi hatinya secara terselubung pada Tara. Makin lama mereka kian dekat, namun langsung dihadang persoalan yang demikian pelik, mereka adalah kakak beradik. 

Hancur leburlah keduanya waktu mengetahui kenyataan itu. Tatsuya bahkan sampai tes DNA, dengan tujuan untuk membuktikan (siapa tau) dia bukan anak Danielle, jadi masih ada harapan untuk melanjutkan hubungan dengan Tara . Tara pun sampe sempat berniat bunuhdiri, tapi untung bisa diselamatkan. Tatsuya kembali ke Jepang, namun kemudian mengalami kecelakaan kerja yang sangat parah dan koma. Tara dan ayahnya dikontak dan segera datang…Tara membaca email-email terakhir yang ditujukan Tatsuya pada Sebastien, tentang perasaannya pada Tara…



Novel Ilana Tan Spring in London

Naomi Ishida adalah gadis blasteran Jepang - Indonesia yang tinggal dan berprofesi sebagai model di London, Inggris (Jika Anda membaca Winter in Tokyo, maka Anda dengan mudah akan mengetahui siapa itu Naomi. Ya, Naomi adalah saudara kembar dari Keiko, tokoh utama di Winter in Tokyo). Suatu ketika, Naomi mendapat kesempatan menjadi model video klip musik salah satu penyanyi terkenal asal Korea dimana ia dipasangkan dengan model tampan asal Korea juga, Jo In-Ho atau yang lebih dikenal Danny Jo. Dari mula, Naomi sudah bersikap dingin menghadapi Danny yang mencoba segala cara untuk mendekatinya. Namun, seperti juga tetesan air yang mampu membuat ceruk di karang yang kokoh sekalipun, kegigihan Danny lambat laun meruntuhkan dinding pembatas yang diciptakan oleh Naomi sehingga keduanya dapat menjalin “pertemanan” yang harmonis, meskipun kemudian ada sosok Miho yang merangsek masuk ke dalam hubungan mereka. 

Maka, terjadilah tarik ulur di antara Naomi - Danny - Miho. Hubungan mereka pun pasang surut, sebentar panas sebentar dingin. Belum tuntas persaingan Naomi - Miho memperebutkan Danny, justru hadir orang dari masa lalu Naomi yang memorakporandakan jalinan kasih yang tinggal sedikit lagi terbina. Apakah akhirnya Naomi dan Danny dapat bersatu? Masa lalu macam apa yang membuat Naomi begitu ketakutan? Apa hubungan kakak laki-laki Danny dengan masa lalu Naomi? Lalu bagaimana dengan usaha Miho memperjuangkan cintanya pada Danny? 

Tentu saja, Anda harus menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan membaca Spring in London karya Ilana Tan ini (buku seri musimnya yang terakhir-kah?). Awalnya saya tertarik pada Autumn in Paris (buku #2) yang meskipun mengecewakan tapi tidak menyurutkan niat saya membaca Winter in Tokyo (buku #3). Nah, berkat buku ketiga-nya saya justru penasaran dengan buku pertamanya, Summer in Seoul, sehingga lengkaplah tiga buku seri musim karya Ilana sudah saya rampungkan membacanya. Ternyata, masih ada satu lagi yang terbit (tentu saja, dari empat musim memang masih kurang satu lagi yang belum menjadi setting) di bulan Pebruari 2010, maka saya menyampirkan asa di ketinggian langit bahwa Spring in London akan menyajikan drama-romantis yang menggetarkan.

Namun, pada kenyataannya saya agak kecewa dengan yang ini. Lebih kecewa ketimbang sehabis membaca buku Autumn atau Summer-nya. Yang pertama kali saya soroti adalah minimnya konflik yang diciptakan Ilana di sini. Konflik yang terasa hanya tentang tarik-ulur perasaan antara Naomi dan Danny pada keseluruhan novel setebal 240 halaman ini. Hadirnya tokoh Miho untuk memberikan efek tegang cinta segitiga di novel ini justru kurang greget, karena meskipun telah jelas-jelas dinyatakan sikap Miho yang akan, katakanlah, berjuang sampai titik darah penghabisan demi mendapatkan cinta Danny, tidak dinampakkan antusiasme dan semangat kompetisi sehingga Miho terkesan selayaknya singa tanpa taring dan cakar. Terlihat gahar, padahal nggak bisa apa-apa. Beban masa lalu yang menjadi bandul pemberat bobot masalah dalam perjalanan cinta Naomi - Danny juga saya pikir kurang “boom” begitu. Jadi, ketika masa lalu itu dibongkar saya hanya bisa melongo dan bilang, “…eh, gini doank?“ 

Setiap penulis memang perlu menegaskan keunikan dan kekhasan masing-masing, dan Ilana berhasil “menyihir” fans setia-nya, setidaknya dalam seri novelnya ini, dengan menjadikan musim sebagai latar dan judul masing-masing novelnya. Ilana juga berhasil membuat keterkaitan antara satu novel dengan novelnya yang lain, meskipun cuman sekadar basa-basi belaka. Saya pikir, basa-basi itu pula yang mengikat kepenasaran dari pembaca serialnya. Pembaca yang sudah rampung dengan satu novelnya kemudian bertanya, siapa yang muncul di novel berikutnya, apakah hubungan tokoh di novel ketiga dengan tokoh di novel pertama, dan sebagainya. Hal tersebut membuat pembaca yang terhipnotis pada salah satu judul novelnya menjadi kurang lengkap jika belum menggenapi-baca kesemua musimnya. Dengan demikian, Ilana juga memperoleh keuntungan lain yaitu dapat membangun fans pembaca yang akan selalu setia menanti karya-karyanya. 

Tetapi, keunikan Ilana justru tidak dibarengi dengan ragam olahan plot dan konflik yang mengagumkan. Entah disengaja atau bagaimana, plot gampang sekali tertebak. Dua orang asing, bertemu dalam satu frame, saling menghindar, berkenalan, menjalin hubungan, dan akhirnya jatuh hati. Karakter para tokohnya pun seragam. Too perfect. Too good to be true. Lebih “ngayal” dibanding tokoh-tokoh sinetron yang sering dihujat. 

London, adalah kota impian saya. Menempati urutan pertama dalam daftar kota di luar negeri yang ingin saya kunjungi, sehingga tak heran saya sangat “berselera” dan bersemangat untuk sergera merampungkan-baca novel ini. Bayangan saya akan keindahan negeri dongeng raja dan ratu serta Harry Potter yang populer banget, apalagi dalam balutan musim semi yang sejuk, nyatanya tidak begitu terasa. Ilana terlalu sibuk membangun hubungan aneh antara Naomi dan Danny yang sayangnya juga tidak berkesan bagi saya. Maka sepanjang novel, saya hanya disuguhi jalinan cerita tentang seorang laki-laki yang mati-matian menarik minat seorang gadis yang nggak jelas maunya apa (di mata si lelaki). Sentilan masalah yang dilontarkan menjelang titik kulminasi terbongkarnya masa lalu Naomi hanya memberi efek tegang sesaat, begitu materi masa lalunya dibeberkan, saya tersenyum kecut dan jelas-jelas kecewa. Masa lalu yang biasa untuk menjadi sebuah pengungkit kejadian traumatik. 

Yang juga terlihat kurang bagus di detail adalah usaha Ilana untuk menunjukkan bahwa setting cerita ada di kota-nya Lady Di. Seingat saya hampir tak secuil pun ada kalimat dalam bahasa Inggris - yang agak janggal bagi novel urban modern masa kini- (yang beberapa kali saya tunggu, untuk sekadar mengingatkan bahwa kita sekarang ada di London). Dan, usaha Ilana untuk meng-Inggris-kan novelnya hanya dari seringnya dia mengunakan idiom “Oh, dear” yang memang khas Inggris banget. Sayang, bagi saya pribadi, konsistensi penggunaan idiom itu menjadi satu yang agak annoying akhirnya. Kelihatan sekali bahwa Ilana ingin mengesankan si tokoh ada di negeri Britania Raya. Too bad! Nggak sukses! Kalau sempat iseng, hitunglah berapa kali kata oh, dear itu muncul (catatan saya: 13 kali). 

Entah saya-nya yang sudah kadung “diracuni” infotainment di televisi/majalah/tabloid atau situs gosip sehingga saya selalu terdoktrin bahwa artis/selebritis itu paling tidak ada saja wartawan yang menguntit mencari berita sensasi tentang diri si artis. Nah, kenapa saya tidak mendapati sedikit saja sensasi glamor dari kehidupan Naomi - Danny, yang ceritanya Naomi pernah ikut London Fashion Week dan Danny yang adalah bintang iklan favorit di Korea? Oh, come on, di sini saja (baca: Indonesia) ada banyak majalah dan tabloid yang isinya artis-artis Asia timur (Korea, Jepang, China, Taiwan, Hongkong), apakah di negeri mereka sendiri mereka tidak diberitakan? Berarti mereka bukan artis yang ngetop-ngetop amat ya… 

Yang saya suka dari gaya bercerita Ilana adalah caranya mengambil point of view yang bergantian antara Naomi dan Danny, meskipun kata ganti yang digunakan tetap orang ketiga. Kadang, pada satu peristiwa diulas dari dua sudut yang berbeda, sudutnya Naomi dan sudutnya Danny. Sayang, yang seperti itu tidak konsisten dilakukan oleh Ilana. Justru tiba-tiba cara penceritaan itu dilewatkan tokoh lain yang sebelum dan sesudahnya hanya mempunyai porsi figuran/cameo belaka. Satu hal yang juga tidak masuk dalam takaran selera saya karena dengan demikian sang narator menjadi plin-plan, suatu ketika serba tahu, di lain kesempatan berpura-pura misterius. Nggak banget deh!


Novel Ilana Tan winter in Tokyo

Ketimbang Autumn in Paris (AiP) tempo hari, Winter in Tokyo (WiT) ini lebih meninggalkan kesan yang cukup mendalam bagi saya. Liku-liku cerita asmara si tokoh utama dibalut dengan beragam konflik dan penokohan yang kukuh dan utuh meskipun dengan alur yang linier, kadang gampang ditebak, dan ending yang… ya begitulah. So… happy ending.

Sebenarnya metropop Ilana dimulai dengan Summer in Seoul (SiS), kemudian AiP, baru WiT. Namun, saya belum membaca yang pertama, SiS. Ketiganya merupakan serangkaian karya Ilana yang cukup unik dengan mengambil setting tempat berbeda tergantung musim sebagai judulnya. Sangat khas. Dan, menarik. Pada satu adegan dibuatkan benang merah metropop sebelumnya meskipun tidak berpengaruh banyak. Hanya untuk mengingatkan pembaca bahwa sebelum metropop yang ini, ada metropop karya Ilana yang sudah lebih dulu terbit. 

Dari AiP dan WiT, saya menangkap gaya penokohan si aktris utama hampir seragam. Gadis blasteran, Indo, dengan pihak ibu yang kerap merupakan pribumi sehingga jejak-jejaknya kadang dirupakan dalam warna rambut, kulit, dan bentuk mata. Jadi teringat guyonan teman, bule-bule memang selain liburan ke Indonesia juga sekalian mencari istri karena mereka suka perempuan Indonesia…

Saya adalah penggemar novelis Indonesia yang cakap menulis kisah dengan latar nuansa negara lain a.k.a. luar negeri, dengan tokoh yang WNI. Maka, saya agak kurang ‘suka’ dengan penokohan Ilana yang hanya mengalirkan darah Indonesia tapi dengan kewarganegaraan asing. Saya jadi seperti membaca karya orang luar. Bukan tidak ‘suka’ dalam hal kualitas tetapi lebih kepada ‘sifat’ chauvinisme pribadi yang begitu mengental dalam darah saya. Bukan saya menyombongkan diri sebagai seorang nasionalis sejati. Saya hanya sangat mencintai negeri ini.

Latar budaya Jepang dan terkhusus daerah Harajuku, ditampilkan dengan anggun dan manis oleh Ilana. Selama membacanya saya serasa sedang menonton dorama, sinetron khas Jepang. Visualisasi tempat dan karakter tokoh-tokohnya mengingatkan saya pada dorama favorit saya, Tokyo Love Story. Belum lagi cinta segi-empat yang coba diciptakan Ilana di sini, mengingatkan saya pada 4 tokoh sentral di dorama tersebut. 

Lompatan-lompatan adegannya pas. Dan, berkesinambungan. Tidak terpecah berantakan. Dari penokohan, saya suka dengan karakter utamanya, Ishida Keiko. Gaya komikalnya mampu digambarkan dengan apik oleh Ilana. Sifat dan perilakunya dengan mudah dapat dicerna dan menyentil imajinasi untuk menampilkan sosoknya dalam benak saya. Bagus. 

Sedangkan kritik, masih saya lemparkan pada sisi teknisnya. Dari mulai kejanggalan kalimat karena kurang kata penghubung, duplikasi kata, hingga kalimat seperti terpuntir-puntir (salah peletakan kata). Untunglah, tak banyak yang demikian. 

Dari ceritanya sendiri, mungkin kelemahannya ada pada adegan-adegan klisenya. Amnesia? Ya Alloh, sudah berapa ratus kali tema ini diangkat? Dalam film atau novel. Point of view orang ketiga yang bergerak bebas kadang agak salah tempat. Tokoh baru yang sebelumnya tak pernah berlakon pun tiba-tiba mendapat jatah satu halaman untuk berdialog. Misteri yang coba dibangun menjadi agak sia-sia karena akhirnya tokoh misterius itu pun bisa ‘berbicara’ dan mengumbar rahasianya.

Summary – spoiler alert

Ishida Keiko, seorang librarian, selalu mengingat cinta pertamanya. Bukan sebenar-benarnya ‘pernah’ cinta karena sesungguhnya ia hanya pernah berbincang sekali dengan cowok itu. Dan, hanya karena ia telah membantu menemukan kalung pemberian neneknya tiga belas tahun silam, ketika Keiko masih SD, ia menambatkan hatinya pada anak lelaki bernama Kitano Akira, sebuah nama yang diketahuinya dari Naomi, saudari kembarnya yang adalah seorang fotomodel terkenal saat ini.

Nishimura Kazuto, seorang fotografer andal, meninggalkan New York untuk menetap di Tokyo demi menghapus memori kelamnya. Ia sengaja menyewa apartemen di pinggiran kota yang tidak diketahui pamannya agar beliau tidak menjadi informan bagi ibunya di Amerika.

Di apartemen itulah Keiko dan Kazuto bertemu. Mereka adalah tetangga seberang ruangan. Ada juga kakak beradik Sato (Haruka dan Tomoyuki) dan kakek-nenek Osawa yang menjadi tetangga mereka. Kehidupan pertetanggaan menciptakan warna-warni kehidupan bagi Keiko dan Kazuto.

Suatu ketika, akhirnya, Keiko bertemu dengan seseorang bernama Kitano Akira, yang sekarang telah menjadi dokter. Mengikuti kenangannya, Keiko mulai mencoba dekat dengan Akira. Meskipun belum ada ikrar, mereka sudah menampakkan sinyal-sinyal sebuah hubungan yang lebih dari sekadar teman. Namun, mengapa di saat yang sama ada getar aneh yang dirasakan Keiko terhadap Kazuto? Apakah Kazuto juga merasakan hal yang sama?

Malam Natal seperti membalikkan semua rencana. Keiko yang hampir mantap memilih Akira mengapa menjadi bimbang dan lebih bergetar jika berduaan dengan Kazuto? Namun, bencana kemudian datang. Kazuto diserang segerombolan orang tak dikenal hingga ia masuk rumah sakit dan selepas sadar ia dinyatakan amnesia sebagian. Kazuto tak lagi mengenali Keiko. Lalu, bagaimana kelanjutan perasaan Keiko pada Kazuto? Apakah Kitano Akira tidak juga menyadari bahwa antara Keiko dan Kazuto telah terjadi sesuatu? Siapa pula gadis bernama Iwamoto Yuri itu? Mengapa Kazuto memeluknya dengan begitu mesra? Untuk menjawab serentetan pertanyaan tersebut, silakan baca novel bernuansa salju ini setuntasnya. Awas, kedinginan. Brrrrrrrr!


Aku ingin menjadi yang terbaik bagimu bukan yang tercantik bagimu

Novel ini bercerita tentang seorang gadis bernama Neza. Neza jatuh hati pada Akbar, kakak kelasnya yang sudah ia kenal sebelumnya. Tahun pertama yang ia lalui saat satu sekolah dengan Akbar sangatlah menyenangkan. Banyak kenangan-kenangan indah yang tercipta. 

Saat Akbar dan teman-teman Neza mencoba membuat kejutan di hari ulang tahun Neza, tidak sengaja Neza mencium pipi Akbar. Neza pun menyatakan isi hatinya pada Akbar tepat di hari ulang tahun Akbar. 

Tapi Neza tak pernah tahu, kalau sahabat baiknya ternyata juga suka pada Akbar. Dan ternyata Neza harus berpisah dengan Akbar karena dia akan melanjutkan sekolahnya ke Jepang. 

Empat tahun kemudian mereka bertemu kembali. 

Bagaimana kelanjutan cinta mereka yang selama tujuh tahun tampak menggantung?? apakah kesabaran Neza dan Akbar akan membuahkan hasil yang manis?


101 Kisah Bermakna dari Negeri China

Guo Nian Hao dan Makhluk Nian (Setiap Masalah Ada Jalan Keluar)
Pada hari Raya Imlek atau Tahun Baru China, akan terdengar ucapan Selamat Tahun Baru di mana-mana. Selamat Tahun Baru dalam bahasa Mandarin diucapkan Guo Nian Hao. Sejak pagi-pagi orang sudah mulai Bai Nian, yakni pergi saling mengunjungi dan saling mengucapkan Gua Nian Hao. Pertama-tama mereka akan berkunjung ke kerabat dekat, kemudian relasi dekat, dan kemudian ke segenap handai tolan yang mereka kenal dan dapat mereka kunjungi. Mengapa mereka saling mengucapkan Guo Nian Hao, apa alasannya, dan dari mana asalnya serta kapan mulainya? 

Pada zaman dahulu kala di negeri China ada sebuah desa yang sangat indah, aman, serta tenteram. Penduduk di desa itu sangat ramah, suka menolong, saling menghormati, dan bersama-sama mereka hendak membuat desa itu makmur dan damai. Karena itu, desa tersebut dikenal sebagai Desa Cinta Damai, penuh berkat dan bahagia. Penduduk desa yang harus bekerja di negeri yang jauh, selalu rindu pulang ke desanya dan menikmati damai bersama penduduk desa lainnya. Desa itu juga menjadi desa teladan, sehingga desa-desa tetangga ingin membangun desa mereka seperti Desa Cinta Damai. Tak pernah ada pencuri, tak pernah ditemui ada pengacau, bahkan yang luar biasa, tak pernah terjadi keributan antar tetangga.

Ketika membaca kisah ini dalam berbagai versi, saya kira mirip dengan negeriku Indonesia pada zaman dahulu. Saya masih ingat lirik sebuah lagu yang menggambarkan hal itu "... mereka saling menghargai, saling menghormati hak asasi; mereka bernaung di bawah pusaka Garuda Pancasila dan Sang Saka Merah Putih lambang Indonesia". Ketentraman dan kedamaian Desa Cinta Damai suatu saat terusik. Dan, sejak saat itu Desa Cinta Damai berubah menjadi desa yang mencekam dan menakutkan. Hal itu membuat penduduk mulai meninggalkan Desa Cinta Damai, khususnya malam menjelang Tahun Baru China. Penyebabnya adalah seekor makhluk bernama Nian.

Pada kalender China bulan dua belas tanggal tiga puluh malam, makhluk raksasa itu selalu datang ke desa itu. Setiap kali datang, Nian selalu merusak ladang dan memakan tanaman, merusak kandang serta memakan hewan-hewan peliharaan. Penduduk desa telah berusaha keras untuk mencegah datangnya Nian pada setiap malam Tahun Baru China; dan ketika Nian datang, mereka sudah berusaha untuk mengusir dan menghalaunya. Walau Nian hanya datang semalam, dampak yang ditimbulkannya sangat besar. Seisi desa porak-poranda. Keberingasan, kesadisan, serta kebrutalan Nian membuat penduduk ketakutan, bahkan menjadi trauma. Bayangkan, sawah, ladang, serta pemukiman menjadi berantakan. Burung-burung di pohon pun berkurang drastis, bunga rumput dan ilalang pun makin lama makin sedikit. Tahun demi tahun keadaan makin memprihatinkan. Desa yang aman dan tenteram itu berubah menjadi desa yang menakutkan dan memprihatinkan. Desa yang selalu ingin dikunjungi oleh penduduk dari desa-desa tetangga, berubah menjadi desa yang mengancam keselamatan pengunjungnya. Desa yang selalu dirindukan penduduknya pada saat mereka jauh, khususnya untuk berkumpul bersama pada malam Tahun Baru China, kini telah berubah menjadi desa yang dihindari. Desa Cinta Damai menjadi desa angker penuh nestapa. Oleh karena itu, penduduk yang masih tinggal dan belum berniat pindah ke desa-desa lain, akan meninggalkan desa itu khususnya pada tanggal 30 bulan dua belas tahun kalender China.

Di desa itu tinggal satu keluarga yang bertahan, bahkan berniat mengembalikan suasana desa tersebut seperti sediakala. Namun, rasa takut masih menghantui mereka. Keputusan pindah atau tidak pindah menjadi pergulatan batin yang tak mudah bagi mereka. Suatu saat mereka sampai pada keputusan untuk pindah; namun belum sempat niat itu terwujud, Nian sudah tiba di desa tersebut. Seperti kesetanan, ia memorak-porandakan desa itu. Akan tetapi, saat itu tidak ada lagi tumbuhan yang bisa dimakan, tidak ada lagi hewan untuk disantap, membuat keberingasan serta kebrutalan Nian makin menjadi-jadi. Ia membongkar rumah demi rumah penduduk untuk mencari apa saja yang bisa dimakan. Kalau tidak tumbuhan dan hewan, Nian juga bisa memakan manusia yang ditemuinya. Satu per satu rumah sudah dibongkar dan hanya tersisa beberapa lagi, termasuk rumah dari keluarga yang masih bertahan itu. Ayah, ibu, dan anak-anak dalam keluarga itu pun berdiskusi. Sebab, cepat atau lambat Nian pasti akan sampai di rumah mereka. Memikirkan hal ini, mereka menjadi takut karena jika Nian tidak menemukan apa-apa, pasti tubuh merekalah yang akan menjadi santapannya. "Ayo cepat kita melarikan diri, jangan membawa barang apa pun, yang penting kita sekeluarga bisa selamat," demikian teriak sang ayah. Mereka segera berlari keluar rumah dan bertekad seisi keluarga dapat selamat. Namun, sang ibu tidak rela meninggalkan peralatan dapur dan perabot rumah kesukaannya. Maka, ia membawa banyak peralatan dapur dan perabot rumah. Ada gelas, piring, baskom, ember, dan sebagainya. Barang-barang itu sangat banyak, maka ayah dan anak-anaknya pun membantu sang ibu. Namun karena ada barang yang harus dibawa, lari mereka pun menjadi sangat lambat. Nian makin lama makin mendekat, dan anak-anak mulai ketakutan dan panik. Barang-barang bawaan sang ibu pun dilempar satu per satu sambil tetap berlari tanpa menoleh ke belakang.

"Prang...! Klontang...! Pang...! Piung...!"

Barang-barang yang dilemparkan itu menimbulkan suara yang memekakkan telinga. Ketika barang-barang sudah habis, sang ayah pun menggendong anaknya yang paling kecil dan terus berlari menyelamatkan diri. Setelah beberapa puluh langkah lagi, mereka merasa tidak mampu berlari lagi. Dan, pada saat yang bersamaan tidak terdengar suara Nian lagi. Mereka pun berhenti berlari dan memberanikan diri menoleh ke belakang. Sungguh ajaib, Nian benar-benar sudah tidak ada. Namun, setelah dilihat dengan teliti dan saksama, ternyata makhluk itu masih berdiri di balik sebuah pohon dengan raut muka yang ketakutan. Merasa mantap, dengan sisa-sisa tenaga yang ada, sang ayah pun berteriak memanggil penduduk desa agar masing-masing membawa barang yang jika dijatuhkan bisa menimbulkan suara gaduh. Ia sendiri berlari kembali dan mengambil barang-barang yang sudah dibuangnya. Nian tampak tidak bereaksi. Sang ayah dengan keras memukul loyang. Dan bersamaan dengan itu penduduk mulai datang, juga memukulkan barang-barang bawaan mereka. Suara yang ditimbulkan pun tambah gaduh dan berisik. "Dang... dang... klontang... pang... piung..." sahut-menyahut. Nian mulai panik. Makin lama makin ketakutan. Akhirnya ia memutuskan untuk mengambil langkah seribu, lari terbirit-birit. Makhluk menakutkan itu berlari sekencang mungkin dan sejauh mungkin. Legalah hati keluarga itu. Mereka sangat bergembira. Mereka bukan hanya tidak jadi pindah ke desa tetangga, tetapi juga berhasil membuat Nian ketakutan dan lari tunggang-langgang.
Akhirnya, penduduk desa tersebut kembali membangun desa mereka dengan tenang dan membuat keadaan seperti sedia kala. Lambat-laun, penduduk desa yang sudah mengungsi, pulang kembali ke desa mereka. Sejak saat itu mereka saling mengucapkan Guo Nian Hao. Untuk mencegah Nian datang kembali, seluruh penduduk desa, tua-muda, besar-kecil, akan memukul benda-benda dapur dan perabotan sekeras mungkin pada tanggal 30 bulan dua belas malam. Esok harinya mereka akan dengan sukacita menikmati hari raya Imlek dan saling mengucapkan Guo Nian Hao.

Tahun demi tahun mereka membunyikan perabotan rumah tangga dan pada akhirnya digantikan dengan petasan pada dewasa ini dengan maksud agar hal yang menakutkan tidak mengganggu mereka dalam menikmati tahun yang baru.



Selasa, 08 November 2011

Kisah Klan Otori - Lian Hearn

Novel ini berkisah tentang seorang anak muda yang bernama Tomasu(yang kemudian berganti nama menjadi Takeo,sebuah nama yang diberikan oleh penolongnya) Tomasu lahir di sebuah komunitas yang sangat menjunjung tinggi rasa kasih sayang, saling maaf memaafkan,saling tolong menolong, dan cinta perdamaian. Tetapi, sebuah peristiwa telah merubah seluruh jalan hidupnya dan menguak semua jati diri dan rahasia hidupnya.

dia mulai mengetahui siapakah dirinya yang sebenarnya dan baru Menyadari bahwa dirinya mempunyai kemampuan yang luar biasa, yaitu pendengaran yang sangat tajam, mampu berada di dua tempat sekaligus, dan bisa menghilang, hal ini menempatkan dirinya pada situasi yang membingungkan. Antara memilih takdirnya sebagai seorang Kikuta dari golongan tribe atau memenuhi sumpah setianya kepada Lord Otori Shigeru dari Klan Otori.

LIAN HEARN Pernah belajar bahasa di Universitas Oxford dan bekerja sebagai kritikus film serta editor seni di London sebelum Ia menetap di Australia. Rasa tertariknya pada Jepang membuat ia mempelajari Tentang Jepang dan melakukan perjalanan ke Jepang, dan mencapai puncaknya dengan menulis Buku Kisah Klan Otori.
 
 
 
Download Novel Kisah Klan Otori

 
 
 
 

Rabu, 02 November 2011

Cerita Malin Kundang

Pada suatu hari, hiduplah sebuah keluarga di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga itu mempunyai seorang anak yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keluarga mereka sangat memprihatinkan, maka ayah malin memutuskan untuk pergi ke negeri seberang.

Besar harapan malin dan ibunya, suatu hari nanti ayahnya pulang dengan membawa uang banyak yang nantinya dapat untuk membeli keperluan sehari-hari. Setelah berbulan-bulan lamanya ternyata ayah malin tidak kunjung datang, dan akhirnya pupuslah harapan Malin Kundang dan ibunya.

Setelah Malin Kundang beranjak dewasa, ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Akhirnya Malin Kundang ikut berlayar bersama dengan seorang nahkoda kapal dagang di kampung halamannya yang sudah sukses.

Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Malin belajar dengan tekun tentang perkapalan pada teman-temannya yang lebih berpengalaman, dan akhirnya dia sangat mahir dalam hal perkapalan.

Banyak pulau sudah dikunjunginya, sampai dengan suatu hari di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu.

Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.

Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.

Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. "Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku", kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping. "Wanita itu ibumu?", Tanya istri Malin Kundang. "Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku", sahut Malin kepada istrinya. Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.

The Year of Living Dangerously : Cinta di Tengah Gejolak Revolusi 1965

Buku Download The Year of Living Dangerously : Cinta di Tengah Gejolak Revolusi 1965 ini dilarang terbit oleh pemerintah/rezim Orde Baru. Namun, buku ini mendapatkan penghargaan The Age Book of the Year Award dan National Book Council Award for Australian Literature. Berikut sinopsis singkatnya.

Tahun 1965, sebuah masa yang dikenal sebagai “Vivere Pericoloso—Hidup Penuh Bahaya”, yang membelokkan arah hidup bangsa Indonesia.. Pemerintahan nasionalistik Sukarno membawa Indonesia ke tengah ketidakpastian. Dalam kondisi ekonomi Indonesia yang lemah, Presiden menghabiskan uang untuk membangun monumen-monumen megah, sementara menyulut api kebencian terhadap Barat dan mengobarkan semangat konfrontasi dengan Malaysia: Ganyang Malaysia!

Sementara itu, di sebuah sudut Hotel Indonesia bernama Bar Wayang yang sejuk dan nyaman, sekelompok pemburu berita dari negara-negara yang disebut imperialis oleh Sukarno saling bertukar cerita. Mereka juga berbagi pendapat tentang kondisi Indonesia terkini saat itu. Bisa dibilang nasib mereka di Indonesia secara tak langsung berada di tangan Sukarno yang sering mereka gunjingkan di Wayang.

Inilah sebuah drama penuh liku tentang kesetiaan dan pengkhianatan. Selain itu, novel ini membeberkan berbagai peristiwa politik sepanjang tahun penuh pergolakan sampai akhirnya Sukarno digulingkan oleh Suharto setelah Gerakan 30 September PKI.
 
 

Ebook Iblis Menggugat Tuhan - Shawni

ALKISAH, seorang pendeta bernama Buhairah menarik diri dari gereja dan memutuskan hidup menyepi. Dalam kesendiriannya, dia menenggelamkan diri ke dalam kajian tehadap buku-buku Kristen. Namun upaya itu tak berhasil menghilangkan “kegelisahan” teologisnya.

Suatu saat, di dalam satu buku, Buhairah menemukan sebuah ramalan. Tentang tanda kenabian yang akan dilihatnya pada punggung seorang bocah kecil. Sebagaimana tercatat dalam sejarah Islam klasik, pada akhirnya Buhairah menemukan tanda kenabian itu di punggung muhamad SAW, yang kelak diangkat menjadi Rasul Allah.

Berangkat dari momentum pertemuan antara Buhairah dan Muhammad, Al Shawni memulai kisahnya. Tokoh Buhairah yang digambarkan sedang mengalami skeptisisme personal terhadap keesaan Tuhan diajak Rasulullah. Dia dibawa ke sebuah tempat yang jauh dari hiruk-pikuk keramaian, yang hanya diterangi kerlip dan redupnya bintang.

Di kesunyian itu, Buhairah mengalami komunikasi trsnsendental dengan sosok makhluk gaib yang tak lain adalah iblis. Mulai dari titik ini, pengarang menunjukkan “keliaran” imajinasi untuk meruncingkan konflik di dalam “tubuh” novelnya. Dengan teknik dan langgam penggisahan yang unik, Al-Shawni mendeskripsikan egosentrisme iblis.

Ketika pendeta Buhairah mempertanyakan latar belakang kesombongan iblis yang menolak sujud pada Adam, pengarang memanfaatkan moen itu untuk merumukan dalil-dalil filosofis dalam rangka menarasikan penggugatan iblis. Jelas sekali, Al-Shawni hendak menggelindingkan diskursus baru tentang riwayat pembangkangan iblis yang menolak sujud pada Adam.

Menurut Al-Shawni, penolakan iblis, yang kelak menjadi sebab keterkutukannya, bukan karena latar belakang ontologism. Bahwa iblis diciptakan dari api, sementara Adam hanya diciptakan dari tanah, sebagaimana penafsiran konvensional. Namun justru karena eksistensi Adam adalah pencerminan dosa-dosa iblis. Jadi, mana mungkin iblis mau bersujud pada cermin yang memantulkan buruk rupa wajahnya sendiri?

Bagi khalayak pembaca umum, membaca karya sastra adalah “menikmatinya”, bukannya menggali aspek-aspek kebenaran epistemologisnya. Jika pada paragraf-paragraf awal sebuah novel pembaca tak berhasil “meraih” kenikmatan dengan gambang mereka akan menutupnya.

Tetapi, sebagaimana diusung oleh Al-Shawni di dalam buku ini, barangkali membaca sastra tak cukup kalau sekedar menikmati. Pembaca perlu pemahaman yang intens, penafsiran kritis, dan yang lebih penting adalah penyingkapan misteri kebenaran epistemologis karya sastra sampai ceruk paling dalam.

Dalam buku ini, Al- Shawni seperti sedang mendadani karakter bejat iblis dengan jubah kebesaran filsuf yang penuh aura kearifan dan kejeniusan. Ia berhasil menggunakan metode adab al-jadl. Metode ini semacam kode etik berpolemik di kalangan pemikir muslim Abad Pertengahan, seperti muncul pada debat Buhairah dengan iblis.
 
 
 

To Kill a Mockingbird - Harper Lee

 
Ketika ia sudah hampir tiga belas, adikku Jem bangkit lengannya pecah di siku. Ketika sembuh, dan ketakutan Jem tidak pernah bisa bermain sepak bola diredakan, ia jarang sadar diri tentang cedera. Lengan kirinya agak lebih pendek dari kanannya, ketika ia berdiri atau berjalan, punggung tangannya di sudut kanan ke tubuhnya, ibu jarinya sejajar dengan paha. Dia tidak bisa peduli, asalkan dia bisa lulus dan menyepak bola.







Ketika tahun berlalu cukup untuk memungkinkan kita untuk melihat kembali pada mereka, kita kadang-kadang membahas peristiwa yang menyebabkan kecelakaan itu. Saya berpendapat bahwa Ewell memulai semuanya, tetapi Jem, yang empat tahun lebih tua dariku, mengatakan dimulai jauh sebelum itu. Dia mengatakan mulai musim panas Dill datang kepada kami, saat Dill pertama memberi kami ide membuat Boo Radley keluar.

Aku mengatakan kalau ia ingin mengambil pandangan yang luas dari hal tersebut, itu benar-benar dimulai dengan Andrew Jackson. Jika Umum Jackson tidak menjalankan Creeks atas sungai, Simon Finch tidak akan pernah mendayung sampai Alabama, dan di mana akan kita dapat jika ia tidak? Kami terlalu tua untuk menyelesaikan perdebatan dengan pertarungan tinju, jadi kami berkonsultasi kepada Atticus. Ayah kami mengatakan bahwa kami berdua benar.

Menjadi Selatan, itu adalah sumber rasa malu untuk beberapa anggota keluarga yang kami tidak memiliki nenek moyang yang tercatat di kedua sisi Battle of Hastings. Yang kita miliki adalah Simon Finch, seorang apoteker bulu-perangkap dari Cornwall yang kesalehannya sudah terlampaui hanya dengan kekikiran nya. Di Inggris, Simon kesal dengan penganiayaan orang-orang yang menyebut diri mereka Metodis di tangan saudara-saudara mereka yang lebih liberal, dan sebagai Simon menyebut dirinya seorang Metodis, ia bekerja jalan yang melintasi Atlantik ke Philadelphia, dari situ ke Jamaika, dari situ ke Mobile, dan menaiki Saint Stephens. Mengingat striktur John Wesley pada penggunaan banyak kata dalam membeli dan menjual, Simon membuat tumpukan berlatih obat, tetapi dalam pengejaran ini ia tidak senang agar dia tergoda untuk melakukan apa yang ia tahu bukan untuk kemuliaan Allah, sebagai menempatkan pada pakaian emas dan mahal. Jadi Simon, telah melupakan diktum gurunya pada kepemilikan barang bergerak manusia, membeli tiga budak dan dengan bantuan mereka mendirikan sebuah wisma di tepi Sungai Alabama sekitar empat puluh mil di atas Saint Stephens. Dia kembali ke Saint Stephens hanya sekali, untuk menemukan seorang istri, dan bersamanya membentuk garis yang berlari tinggi untuk anak perempuan. Simon hidup sampai usia mengesankan dan mati kaya.

Itu adalah adat bagi laki-laki dalam keluarga untuk tetap di wisma Simon, Landing Finch, dan membuat hidup mereka dari kapas. Tempat itu mandiri: sederhana dibandingkan dengan kerajaan sekitarnya, Landing meskipun demikian menghasilkan semua yang dibutuhkan untuk mempertahankan hidup kecuali es, tepung gandum, dan barang dari pakaian, dipasok oleh kapal sungai dari Mobile.


Selasa, 25 Oktober 2011

Lelucon 1001 Malam – Abdul Muhsin Bin Utsman Ababathin

Suatu hari, untuk kesekian kalinya Azhar As-Samman mendatangi Abu Ja’far, seorang khalifah pada masa dinasti Bani Umayah. Sebelumnya, sudah dua kali Azhar datang meminta bantuan uang pada sang khalifah.

“Apa keperluanmu, Azhar?” tanya Abu Ja’far.

“Amirul-Mukminin, aku pernah mendengar kau memanjatkan doa. Sekarang izinkan aku mencatatnya.”

Sambil tertawa, Ja’far berkata, “Doa yang ku minta tidak mujarab. Sebab aku pernah memohon agar kau tidak menghadapku lagi. Itu artinya doa tersebut tidak dikabulkan. Kuberi kau 12,000 dirham. Kemarilah kalau kau sudi. Tipu dayamu sungguh menggelikan.”

Lelucon segar seperti inilah yang akan banyak Anda temukan ketika membaca buku ini. Berbagai cerita lucu nan menghibur ini dirangkum dari negeri-negeri 1001 malam. Bila Anda membacanya di saat bahagia, maka kebahagiaan Anda akan lebih bermakna. Bila Anda membacanya di kala duka, maka kedukaan Anda akan segera berkurang.
 
 
 

Samurai - Anthony.J.Bryant

Dalam buku ini kita akan melihat kebudayaan, persenjataan, serta latihan kaum samurai dalam Zaman Pertempuran (1550-1600). Periode ini sangat menentukan peta geopolitik dan taktik peperangan di Jepang masa itu, menyusul masuknya senjata api.

Buku ini menampilkan dampak masuknya senapan api pada kebudayaan samurai sampai ke kehidupan mereka sehari-hari. Ditambah foto-foto dan ilustrasi penuh warna, buku ini memberi informasi kepada siapa saja yang ingin menyingkap kabut misteri seputar samurai.

Samurai yang dikenal juga sebagai bushi adalah golongan bangsawan militer Jepang dan mereka mengalami masa kejayaan pada zaman pertempuran atau periode pertempuran antar negeri.



Laskar Mawar - Barbara Victor

Kalian adalah laskar mawarku yang akan meluluhlantakkan tank-tank Israel!” seru Yasser Arafat pada pagi 27 Januari 2002.

Sore harinya, untuk pertama kalinya seorang perempuan melakukan aksi bom bunuh diri. Perlawanan rakyat Palestina memasuki babak baru.

Dalam derita penjajahan Israel, telah lama perempuan Palestina menjadi pejuang yang tangguh dan tabah. Mereka adalah anak yang menyaksikan ayahnya ditawan, istri yang merelakan suaminya hilang tanpa jejak, ibu yang menguburkan putranya. Namun, sejak hari itu, sebagian perempuan Palestina menempuh jalan perjuangan baru. Mereka memilih meledakkan diri sebagai “laskar mawar”.

Barbara Victor, seorang jurnalis spesialis Timur Tengah dan isu-isu perempuan, mengajak kita menyelami kehidupan perempuan-perempuan pelaku bom bunuh diri itu. Dia meninjau berbagai aspek yang sering tenggelam dalam sensasi berita: kultur, psikologis, dan sosiologis perempuan Palestina.

Barbara membawa kita menyimak kisah-kisah getir dan konflik-konflik yang membuat “mawar-mawar” ini memilih untuk menggugurkan kelopak mereka sendiri dalam sebuah dentuman yang menyentakkan dunia yang tak mengizinkan mereka mekar.

Judul Laskar Mawar : Drama Perempuan-Perempuan Pelaku Bom Bunuh Diri di Palestina (Edisi baru)
No. ISBN 9789794335147
Penulis Barbara Victor
Penerbit: Mizan
Tanggal: terbit Juni - 2008
 
 

Kamis, 20 Oktober 2011

Kata Bijak - Kata Cinta (Mahabbah - Rabiatul Adawiyah/Sufi)

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.

Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.

Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.

Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.

Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.

Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta!

Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka

Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.

Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.

Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.