Pages

Tampilkan postingan dengan label Novel Religius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel Religius. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2011

Ebook Iblis Menggugat Tuhan - Shawni

ALKISAH, seorang pendeta bernama Buhairah menarik diri dari gereja dan memutuskan hidup menyepi. Dalam kesendiriannya, dia menenggelamkan diri ke dalam kajian tehadap buku-buku Kristen. Namun upaya itu tak berhasil menghilangkan “kegelisahan” teologisnya.

Suatu saat, di dalam satu buku, Buhairah menemukan sebuah ramalan. Tentang tanda kenabian yang akan dilihatnya pada punggung seorang bocah kecil. Sebagaimana tercatat dalam sejarah Islam klasik, pada akhirnya Buhairah menemukan tanda kenabian itu di punggung muhamad SAW, yang kelak diangkat menjadi Rasul Allah.

Berangkat dari momentum pertemuan antara Buhairah dan Muhammad, Al Shawni memulai kisahnya. Tokoh Buhairah yang digambarkan sedang mengalami skeptisisme personal terhadap keesaan Tuhan diajak Rasulullah. Dia dibawa ke sebuah tempat yang jauh dari hiruk-pikuk keramaian, yang hanya diterangi kerlip dan redupnya bintang.

Di kesunyian itu, Buhairah mengalami komunikasi trsnsendental dengan sosok makhluk gaib yang tak lain adalah iblis. Mulai dari titik ini, pengarang menunjukkan “keliaran” imajinasi untuk meruncingkan konflik di dalam “tubuh” novelnya. Dengan teknik dan langgam penggisahan yang unik, Al-Shawni mendeskripsikan egosentrisme iblis.

Ketika pendeta Buhairah mempertanyakan latar belakang kesombongan iblis yang menolak sujud pada Adam, pengarang memanfaatkan moen itu untuk merumukan dalil-dalil filosofis dalam rangka menarasikan penggugatan iblis. Jelas sekali, Al-Shawni hendak menggelindingkan diskursus baru tentang riwayat pembangkangan iblis yang menolak sujud pada Adam.

Menurut Al-Shawni, penolakan iblis, yang kelak menjadi sebab keterkutukannya, bukan karena latar belakang ontologism. Bahwa iblis diciptakan dari api, sementara Adam hanya diciptakan dari tanah, sebagaimana penafsiran konvensional. Namun justru karena eksistensi Adam adalah pencerminan dosa-dosa iblis. Jadi, mana mungkin iblis mau bersujud pada cermin yang memantulkan buruk rupa wajahnya sendiri?

Bagi khalayak pembaca umum, membaca karya sastra adalah “menikmatinya”, bukannya menggali aspek-aspek kebenaran epistemologisnya. Jika pada paragraf-paragraf awal sebuah novel pembaca tak berhasil “meraih” kenikmatan dengan gambang mereka akan menutupnya.

Tetapi, sebagaimana diusung oleh Al-Shawni di dalam buku ini, barangkali membaca sastra tak cukup kalau sekedar menikmati. Pembaca perlu pemahaman yang intens, penafsiran kritis, dan yang lebih penting adalah penyingkapan misteri kebenaran epistemologis karya sastra sampai ceruk paling dalam.

Dalam buku ini, Al- Shawni seperti sedang mendadani karakter bejat iblis dengan jubah kebesaran filsuf yang penuh aura kearifan dan kejeniusan. Ia berhasil menggunakan metode adab al-jadl. Metode ini semacam kode etik berpolemik di kalangan pemikir muslim Abad Pertengahan, seperti muncul pada debat Buhairah dengan iblis.
 
 
 

Senin, 05 September 2011

Ramadhan di Musim Gugur - Elie Mulyadi

Ramadhan dan lebaran adalah salah satu momenterpenting dalam hidup kita, yang senantiasa penuh dengan cerita. Dari mulaipersiapan mudik, menempuh perjalanan jauh untuk pulang kampung, hingga akhirnyaberkumpul dengan keluarga, tetangga, dan teman lama—semuanya menggoreskankisah. Ada kisah yang indah dan ada yang kurang indah—semua berganti-gantiseperti denyut nadi kehidupan itu sendiri. Namun, satu yang pasti, Ramdhan danlebaran selalu merupakan anugerah. Sebab, di bulan dan hari itulah kitamerasakan begitu banyak rahmat tercurah. 


Buku ini menggelar kisah-kisah inspiratif seputarmudik dan merayakan Lebaran. Ada kisah indah tentang pengalaman berlebaran diluar negeri, kisah seru dan lucu seputar pengalaman mudik, juga kisahmengharukan tentang pengalaman berlebaran tanpa kehadiran orang terkasih.Beberapa kisah mungkin akan menyentuh hati, yang lainnya akan membuat kitaterkikik geli, dan ada juga yang mengingatkan kita untuk belajar lebihmensyukuri karunia. Semuanya dikemas dengan bahasa yang sederhana, tapi saratakan makna. Untuk melengkapi buku ini, ada juga kisah-kisah hangat seputarkeluarga, persahabatan, dan cinta.

Bawalah buku ini ke mana pun Anda pergi, dan Andadapat menggunakannya sebagai: (a) teman ngabuburit, melupakan rasa laparsebelum beduk maghrib, (b) sahabat di kala mudik, pengusir bosan dan lelahdalam perjalanan, (c) bahan renungan dan obrolan saat berkumpul di Hari Raya,dan (d) penghibur hati di kala merayakan lebaran jauh dari keluarga.

Selasa, 06 Juli 2010

Takbir Cinta Zahrana ~ Habiburrahman El Shirazy


Dalam Novel Takbir Cinta Zahrana ini mengisahkan seorang perempuan cantik yang bernama Zahrana. Zahrana adalah seorang perempuan yang memprioritaslan pendidikan atau ilmu pengetahuan. Dengan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan maka tidak heran jika Zahrana setelah menyelesaikan kuliah S2 nya ia pun mengajar sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Jawa Tengah. Hanya saja, dengan segala kelebihannya itu, masih ada yang kurang dan membuat orangtuanya sedih. Yaitu, Zahrana masih belum mempunyai keinginan untuk menikah.
Takbir cinta Zahrana menyajikan kegalauan sang tokoh utama Zahrana. Saat dia tidak kunjung mendapatkan jodoh di usia yang sudah terlalu matang bagi ukuran wanita Indonesia. Sebuah usia yang bagi masyarakat umum adalah aib dan 'berhak' mendapat predikat perawan tua jika belum mempunyai pendamping hidup.

Segudang penyesalan ia gumamkan, terutama kenapa dahulu dia lebih memilih untuk menempuh pendidikan S-2 terlebih dahulu daripada memikirkan tentang perkawinan. Dan saat ini, ketika dia mulai berharap untuk membina rumah tangga.

Dia dihadapkan pada sebuah pilihan sulit ketika orang-orang yang melamarnya sama sekali tidak bisa menyentuh hatinya. Sebuah pilihan, apakah dia harus mencari cinta sejati ataukah menerima begitu saja pria yang melamarnya dengan mengabaikan cinta disisi lain...

Novlet ini merupakan novlet pertama dari tiga novelet yang terkodifikasi karya Habiburrahman El Shirazy dalam tajuk Dalam Mihrab Cinta. Dua novlet yang lainnya berjudul Dalam Mihrab Cinta dan Mahkota Cinta.


Takbir Cinta Zahrana ~ Editor By. I-One