Pages

Tampilkan postingan dengan label Budi Ros. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budi Ros. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2011

Aku Vs Ayahku

Drama Remaja
AKU vs AYAHKU
Budi Ros



PEMBUKA

GONG DUA BERBUNYI.

PARA PEMAIN MUNCUL DARI PINTU MASUK AUDITORIUM, MENUJU PANGGUNG. SEMUA MENYAPA PENONTON DENGAN RAMAH : “ SELAMAT MALAM SEMUA, SELAMAT DATANG … APA KABAR ?. ”

SESAMPAI DI PANGGUNG, PARA PEMAIN MENATA SET DAN PERALATAN LAINNYA. BAGUS, PEMIMPIN MEREKA, MEMBERI KOMANDO BAGAIMANA SET DAN PERALATAN HARUS DI TATA.

KEMUDIAN DARI SALAH SATU SISI PANGGUNG MUNCUL MENEJER PANGGUNG, YANG MEMBERI TAHU BAHWA KOMANDO BAGUS TERNYATA SALAH. SET DAN SEMUA PERALATAN KEMUDIAN DI TATA ULANG SEPERTI PETUNJUK MENEJER PANGGUNG.

SEMUA PEMAIN TURUT AKTIF MENYIAPKAN PERALATAN.
MENEJER PANGGUNG DIBANTU BAGUS SESEKALI MENGECEK APAKAH SEMUA PERALATAN DITEMPATKAN PADA TEMPATNYA ATAU TIDAK.

MEREKA MEMERIKSA DARI BEBERAPA SUDUT, KEMUDIAN BEBERAPA KALI MELIHAT ARLOJINYA, DAN KETIKA MENYADARI SUDAH WAKTUNYA PERTUNJUKAN DIMULAI, MENEJER PANGGUNG BERTANYA PADA PARA PEMAIN

MENEJER PANGGUNG :
Bagaimana, sudah siap ?

PARA PEMAIN :
Belummm …



MENEJER PANGGUNG :
Oke, cepat sedikit kalau begitu.

LALU MENEJER PANGGUNG BERUNDING DENGAN BAGUS. KEMUDIAN MEREKA SEPAKAT, BAGUS MEMULAI PERTUNJUKAN SEMENTARA PANGGUNG DISIAPKAN.

MENEJER PANGGUNG TURUN TANGAN LANGSUNG MEMBANTU PERSIAPAN, IKUT MENGANGKAT SET DAN PERALATAN, BAGUS MEMULAI PERTUNJUKAN.


BAGUS : ( BICARA PADA PENONTON )
Ternyata repot sekali membuat pementasan teater. Tapi jangan kuatir, apa pun yang terjadi pertunjukan akan tetap jalan. Selesai tidak selesai panggung ini ditata, kami akan tetap main. Sebab kami berlatih sudah sangat lama, sekitar 6 bulan. Kami sudah banyak kehilangan waktu, tenaga, dan tentu saja biaya. Sia-sia sekali kalau kami tidak jadi main gara-gara panggung belum beres. Kami pun merasa berdosa pada Anda semua. Jadi jangan kuatir, kami pasti main.

Malam ini kami akan membawakan lakon berjudul MARNI versus Ayah, lakon yang sederhana tapi seru. Seru di sini bukan saja ramai, tapi punya arti lain, yaitu Sedikit Ruwet. Ini lakon tentang pertentangan anak muda dan orang tua, pertentangan pop dan klasik, tradisi dan modern. Pertentangan yang sebetulnya tidak perlu ada. Tapi begitulah, nyatanya pertentangan semacam ini selalu ada, dari waktu ke waktu. Dan gara-gara pertentangan ini, kita semua sering kehabisan waktu. Cinta, kata orang bisa menjadi jawaban semua masalah. Tapi dalam kasus ini, cinta mengakibatkan banyak masalah.

Lihat, apa yang terjadi dengan Marni, tokoh utama lakon ini. Marni !



klik di sini untuk download naskah teater selengkapnya
Download Naskah Ini

Minggu, 28 November 2010

Festival Topeng

FESTIVAL TOPENG
(Juara Harapan I Sayembara menulis Naskah Drama DKJ 2003)
Karya Budi Ros

Dramatic Personae

  1. Mbah Joyo 70 Tahun
  2. Blentung; anak Joyo 35 Tahun
  3. Mitro 35 tahun
  4. Genggong; Ketua Panitia 65 tahun
  5. Laras; Nyonya Genggong 55 Tahun
  6. Jarkoni; Lurah Desa 40 tahun
  7. Sami’un 45 tahun
  8. Kamun 30 tahun
  9. Bawor 30 tahun
  10. Gubil 30 tahun
  11. Tuji 30 tahun
  12. Kirno 40 tahun
  13. Peang 25 tahun
  14. Panjul 25 tahun
  15. Orang ke 1
  16. Orang ke 2
  17. Orang ke 3
  18. Orang ke 4
  19. Orang ke 5; Kakek Bawor 70 tahun
  20. Mijem; istri Kirno 39 tahun
  21. Sukasih; istri Peang 20 tahun
  22. Warti 17 tahun
  23. MC
  24. 3 ksatria utama; peserta Festival Topeng
  25. Parjan; peserta Festival Topeng
  26. Pono; peserta Festival Topeng
  27. Yasmudi
  28. Parmin
  29. Kamto
  30. Wahyu
  31. Panitia yang menggiring arak-arakan
  32. Petugas
  33. Ngaisah; istri Yasmudi

PEMBUKA

Jalanan Desa. Pagi. Iring-iringan peserta festival topeng bergerak menuju tanah lapang, tempat festival tahunan khas desa itu biasa digelar. Meriah betul suasananya. Terdengar bunyi tetabuhan penuh gereget. Di pinggir jalan itu, tampak orang-orang sedang bergerombol menonton dan menambah meriah suasana. Mereka saling berbisik, mengomentari, menyoraki dan mengolok. Juga mengumpat dan memaki. Semua ucapan itu serba spontan dan jujur hingga tak seorang pun sakit hati.
Kasmun, Bawor, Gubil dan Tuji, pemuda desa yang paling vocal sedang mengomentari para calon peserta festival topeng yang menurut mereka “aneh-aneh” dan lucu-lucu.

KASMUN
Wah, ini baru festival. Hebat….hebat. pesertanya banyak betul

BAWOR
Ya. Belum pernah sebanyak ini

TUJI
Kalau tidak percuma dong. Sumbangan kita tahun ini juga paling besar

BAWOR
Betul. Paling besar

KASMUN
Buset!!! Topeng apa itu, Parjan!? Serem amat, kayak memedi sawah

PARJAN
Diam kamu. Tahu apa kamu selain cangkul dan combronya Jamilah? Ini seni, monyong!

Orang-orang tertawa

GUBIL
Apanya yang seni? Berani bertaruh, nggak bakalan menang, Parjan. Jauh…jauh….

PARJAN
Menang kalah urusan belakangan, yang penting partisipasi. Daripada kalian, sawah melulu yang diurusin. Sekali-kali ikut festival dong kayak saya. Ini hiburan sehat, rekreasi sekaligus melestarikan tradisi leluhur

KASMUN
Leluhur siapa? Leluhur kita sudah lama mati, Parjan. Tradisi juga sudah lama sekarat, tinggal nunggu koit. Kalau Sri Lestari masih ada. Di Jakarta dia jadi babu

Orang-orang tertawa

PANITIA
Saudara-saudara, mohon tenang!




klik di sini untuk download naskah teater
 Download Naskah Ini