Pages

Tampilkan postingan dengan label Seno Gumira Ajidharma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seno Gumira Ajidharma. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Agustus 2010

Mengapa Kau Culik Anak Kami?

Mengapa Kau Culik Anak Kami?
Karya Seno Gumira Ajidarma



Sandiwara tiga babak

Keterangan:
Naskah ini diketik ulang oleh Leebirkin dari buku
“Mengapa kau culik anak kami?” karya Seno Gumira Ajidarma (SGA).
Diterbitkan oleh Galang Press, Yogyakarta (2001).
Hak cipta milik SGA dan Galang Press.

Naskah sandiwara ini boleh dipentaskan tanpa izin penulis dan tanpa royalti, selama tidak menjual tiket. Royalty buku dan pementasan yang merupakan hak penulis, disalurkan pada korban kekerasan Negara.


BABAK PERTAMA


Jam Westminter berdentang 10 kali
Dari jendela tampak bulan separuh

SEGALANYA HITAM DI PANGGUNG ITU. LANTAI HITAM, LAYAR HITAM, SEGALANYA HITAM – BAHKAN JUGA MEJA DAN KURSI. SEGALANYA MEMANG HITAM, TAPI DUA SOROT LAMPU PUTIH MASING-MASING MENERANGI BAPAK DAN IBU. MEREKA SUDAH BERUSIA PARUH BAYA, SEKITAR 50 AN. BAPAK MENGENAKAN KAOS OBLONG PUTIH DAN SARUNG. IBU MENGENAKAN KAIN DAN KEBAYA SUMATERA.

BAPAK BERSANDAL KULIT SILANG, IBU BERSELOP TUTUP. BAPAK MENONTON TV. IBU MEMBACA BUKU. BAPAK MEMENCET REMOTE KONTROL. BERDECAK-DECAK SEBAL, LANTAS MEMATIKANNYA. SUASANA SEPI.

MUSIK BLUES FADE IN. LAMPU MEREDUP. BAPAK MELAMUN. IBU MASIH MEMBACA. MUSIK BLUES FADE OUT. LAMPU TERANG.

BAPAK
Bu….

IBU
Ya….

BAPAK
Baca buku apa sih?

IBU (Sambil membaca sampulnya)
Oh, ini buku baru: Cara Melawan Teror

BAPAK
Apa katanya?

IBU
Baru juga mulai baca. Belum tahu isinya. Habis diajak ngomong terus sih!

BAPAK
Yah, di sampul belakang kana da kecapnya.

IBU (Melihat sampul belakang)
Apa ya katanya?

(Membaca)

Buku ini perlu dibaca penduduk Negara-negara yang akan hancur, karena dalam masyarakat seperti itu kendali hukum sangat mengendor, tatanan nilai kabur, sehingga melahirkan anarki. Setiap orang berbuat seenak perutnya sendiri dan memaksakan kehendaknya dengan teror .


Download Naskah Ini

Rabu, 07 April 2010

Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi

Naskah drama
Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi
Karya: Gusmel Riyadh
Adaptasi Bebas dari Cerpen Seno Gumira Ajidharma

nukilan;

IBU-IBU
Aduh, Pak RT belum dengar sendiri sih!

IBU-IBU
Suaranya sexy sekali! Saya bilang Sexy sekali, bukan hanya sexy.

IBU-IBU
Kalau mendengar suaranya, orang langsung membayangkan adegan- adegan erotis Pak!

PAK RT
Sampai segitu?

IBU-IBU
Ya, sampai begitu! Bapak kan tahu sendiri, suaranya yang serak-serak basah itu disebabkan karena apa!


PAK RT
Karena apa? Saya tidak tahu.

IBU-IBU
Karena sering dipakai dong!

PAK RTl
Dipakai makan maksudnya?

IBU-IBU
Pak RT ini bagaimana sih? Makanya jangan terlalu sibuk mengurusi kampung. Sesekali nonton BF kek, untuk selingan supaya tahu dunia luar.

PAK RT
Saya, Ketua RT, harus nonton BF, apa hubungannya?

IBU-IBU
Supaya Pak RT tahu, kenapa suara yang serak-serak basah itu sangat berbahaya untuk stabilitas sepanjang Gang ini.

IBU-IBU
Apa Pak RT tidak tahu apa yang dimaksud dengan adegan-adegan erotis? Apa Pak RT tidak tahu dampaknya bagi keidupan keluarga? Apa Pak RT selama ini buta kalau hampir semua suami di gang ini menjadi dingin di tempat tidur? Masak gara-gara nyanyian seorang
wanita yang indekost di tempat ibu Saleha, kehidupan seksual warga masyarakat harus terganggu? Sampai kapan semua ini berlangsung?

IBU-IBU
Kami ibu-ibu sepanjang gang ini sudah sepakat, dia harus diusir!

IBU-IBU (Bersahutan)
Ya, di usir!!

PAK RT
lho, lho, lho, sabar dulu. Semuanya harus dibicarakan baik-baik. Dengan musyawarah, dengan Mufakat, jangan main hakim sendiri. Dia kan tidak membuat kesalahan apa-apa? Dia hanya menyanyi di kamar mandi. Yang salah adalah imajinasi suami ibu-ibu sendiri, kenapa
harus membayangkan adegan-adegan erotis? Banyak penyanyi Jazz suaranya serak-serak basah, tidak menimbulkan masalah. Padahal lagu-lagunya tersebar ke seluruh dunia.

IBU-IBU
Ooo itu lain sekali pak. Mereka tidak menyanyikannya di kamar mandi dengan iringan bunyi jebar-jebur. u

IBU-IBU
Tidak ada bunyi resluiting!

IBU-IBU
Tidak ada bunyi sabun menggosok kulit!

IBU-IBU
Tidak ada bunyi karet celana dalam.

IBU-IBU
Nyanyian dikamar mandi yang ini berbahaya, karena ada unsur telanjangnya Pak! Porno! Pokoknya kalau Pak RT tidak mengambil tindakan, kami sendiri yang akan beramai-ramai melabraknya!

Naskah teater
Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi
Karya: Gusmel Riyadh
Adaptasi Bebas dari Cerpen Seno Gumira Ajidharma
Download Naskah Ini