Pages

Tampilkan postingan dengan label drama remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label drama remaja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Mei 2011

JALUR 17

Lakon Remaja
JALUR 17
Karya Joned Suryatmoko
(Teater Gardanalla)


SINOPSIS

Harga BBM naik, maka semua harga barang pun ikut naik. Kondisi ini membuat Rini (Kakak) dan Rio (Adik) merasa perlu untuk meminta kenaikan uang saku pada orang tua mereka. Di sisi lain mereka tahu bahwa hal ini akan mengalami banyak tentangan dari orang tua mengingat gaji ayah tidak (belum) naik. Sementara itu dia antara Rini dan Rio sendiri ada pertentangan.



Rini sendiri menekankan supaya kenaikan uang saku hanya untuk mencukupi biaya kebutuhan mereka yang membengkak, tapi tidak untuk membuat pos belanja baru. Sementara Rio berniat membuat pos belanja baru dengan menyusupkan keinginannya untuk memasukkan anggaran pacaran jika uang saku akan dinaikkan.

Dalam situasi seperti itu, mereka bertemu dengan Eko Penyok, remaja yang menjadi kondektur Bis Kota yang mereka tumpangi. Penyo memutuskan untuk tidak meneruskan kuliah dan bekerja. Baginya, menjadi kondektur dan mendapatkan gaji sendiri dianggapnya jalan keluar supaya ia lepas dari orang tua dan bias mandiri. Hal ini tidak sekedar supaya ia bias punya uang sendiri, namun lebih karena ini bias membuatnya merasa sudah besar.


OPENING

PENONTON SUDAH MASUK KE DALAM BIS. HANYA PENYO YANG BERADA DI DEKAT BIS SAMBIL BERTERIAK-TERIAK MENAWARI ORANG YANG LALU LALANG UNTUK NAIK BIS. SUTRADARA SUDAH DI BIS SEDANG MEMBERI PENGANTAR TENTANG PEMENTASAN. RINI DAN RIO BERDIRI AGAK JAUHAN DARI BIS DAN MASIH BERBICARA. SESEKALI RINI BERLARI HENDAK MENGHAMPIRI BIS TAPI DITAHAN OLEH RIO. PENYO YANG MELIHAT ITU SEGERA MENERIAKI RINI AGAR NAIK (KARENA JATAH BIS BERHENTI SUDAH HABIS).

SUTRADARA SELESAI MEMBERI PENGANTAR. PENYO SEMAKIN KERAS BERTERIAK DAN MENDEKATI BIS SIAP UNTUK NAIK. RINI DARI KEJAUHAN SEGERA BERLARI MENGHAMPIRI BIS DAN NAIK, RIO YANG MASIH MEMAKAI HELM SEGERA MENYUSUL NAIK. BIS SUDAH HAMPIR BERJALAN, TAPI SAAT MEREKA HAMPIR DUDUK:

….

RIO
Motorku?

RINI
Terserah kamu. Ah, aku udah telat!

(Rini masih berdiri di x2 (dekat x3), hendak duduk. Rio masih melihatnya di tangga (x1), melihat motornya yang tidak kelihatan karena parkir di tempat lain)

Buruan! Lama ah….

(Rio masih berpikir)

Nanti motormu kan bisa kamu ambil…

RIO AKHIRNYA NAIK, MASIH DENGAN HELM DI KEPALA. KEPALANYA MELONGOK-LONGOK. BIS SUDAH BERJALAN PELAN-PELAN. PENYO SEGERA MENYUSUL NAIK, MEMUKUL-MUKUL DINDING BIS DENGAN TELAPAK TANGANNYA SAMBIL TERUS BERTERIAK-TERIAK. IA MELIHAT KE DALAM. MELIHAT RIO DAN RINI YANG MASIH NGOS-NGOSAN.

PENYO (Pada Rio)
Numpak Bisk ok nganggo helm, mas?

RIO MASIH BELUM MENGERTI. RINI MEMUKUL KEPALA RIO YANG MASIH BERHELM DENGAN TELAPAK TANGANNYA SAMBIL TERTAWA. RIO AGAK TERKEJUT, SEGERA SADAR, MELEPAS HELMNYA SAMBIL CENGENGESAN. PENYO MASIH BERTERIAK-TERIAK KALAU-KALAU ADA YANG MAU NAIK BISNYA LAGI.

MUSIK PEMBUKA.
SELAMA MUSIK PEMBUKA RINI DAN RIO SESEKALI BICARA SEDIKIT, LALU TERDIAM, SESEKALI MEREKA MELIHAT PENYO YANG BERTERIAK-TERIAK.

BAGIAN 1

PERKENALAN MEREKA

RINI, RIO DAN PENYO TERTAWA BERSAMAAN DI AKHIR MUSIK.

RINI
Apa artinya?

PENYO
Eko!

RINI
Eko kok dipanggil Penyo?

RIO
Walikan!!!

PENYO
Ya…

RIO
Ada kaya rumusnya. Eko jadi Penyo!!!

PENYO
Namamu boleh juga

RINI (memperkenalkan diri)
Rini

RIO
Bukan! Maksudnya namamu bisa juga dijadikan Walikan! Ia nggak Tanya namamu!

RINI MALU, PENYO TERTAWA

PENYO
Ini adikmu?

RINI
Adik angkat!!!

RIO MENCOLEK DAGU KAKAKNYA

PENYO
Adik angkat?

RINI
Kalau selama 17 tahun Cuma bias bikin perkara ya aku anggap adik angkat. Hehehehee….

RIO
Siapa yang bikin perkara?

PENYO
Namamu?



klik di sini untuk download naskah teater selengkapnya

Download Naskah Ini

Karma (drama remaja)

Lakon Remaja
KARMA


KONSEP PEMENTASAN
Drama ini diilhami dari cerita Legenda Batu Menangis yang bersal dari Sulawesi Utara, karena kami menganggap bahwa dalam cerita tersebut banyak terdapat nilai – nilai kemanusiaan yang dapat kita tanamkan untuk anak tingkat sekolah dasar, misalnya sikap untuk tidak durhaka terhadap orang tua, sikap untuk tidak berbohong, dan menunjukkan bahwa kasih sayang orang tua tidak akan pernah lekang sampai kapanpun.
Dalam drama ini kami telah melakukan banyak perubahan – perubahan tokoh dari cerita yang sebenarnya dan kami telah memodifikasi cerita ini hingga hampir mirip dengan kisah – kisah kehidupan nyata seperti sekarang ini.



SINOPSIS CERITA
Ada sebuah keluarga sederhana yang tinggal di suatu desa . keluarga tersebut terdiri dari seorang Ibu dan dua orang anaknya yaitu Joko dan Anik . Meskipun hidup dalam keluarga yang sangat sederhana, Joko tingkah laku Joko setiap harinya seperti orang kaya . Tak jarang terjadi pertengkaran dirumah tersebut hanya gara – gara lauk pada saat makan. Namun Ibu Joko dan Anik (kakak Joko) selalu bersabar menghadapi tingkah laku Joko, hal itu dikarenakan Joko merupakan anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga tersebut, apalagi setiap kali beradu mulut Joko selalu mengancam akan pergi dari rumah apabila keinginannya tidak dituruti oleh Ibunya .
Joko mempunyai seorang pacar anak orang kaya yaitu anak juragan sapi dari desa sebelah. Hal tersebut diceritakan Joko terhadap Ibunya . Betapa terkejutnya sang Ibu pada saat Ibunya mendengar dari Joko bahwa dia telah berbohong dengan mengatakan bahwa dia adalah anak orang kaya untuk mendapatkan gadis tersebut . Dan yang lebih menyakitkan lagi Joko menyuruh sang Ibu untuk memanggil Joko tuan pada saat Joko bersama dengan sang kekasih, namun sang Ibu masih dapat bersabar .
Suatu hari pacar Joko meminta Joko untuk melamarnya dan Jokopun menyanggupinya dengan segala syarat yang diajukan oleh sang pacar yaitu Joko harus menyerahkan uang sebesar Rp.20.000.000,- kepada calon mertuanya . kejadian ini membuat Joko bingung dan kembali Joko mendesak Tbunya untuk menyediakan uang tersebut dalam waktu dua hari. Dan Joko tidak mau tahu bagaimana caranya sampai-sampai Joko menyuruh Ibunya Untuk menjual tanah warisan dari bapaknya . dan lagi-lagi sang Ibu tidak kuasa untuk menolak karena Joko mengancam akan pergi dari rumah apabila keinginannya tidak segera di penuhi .
Dan sesuai dengan waktu yang telah disepakati, Jokopun melamar pacarnya dengan memenuhi syarat yang telah diajukan. Pada saat melamar Joko membawa sang Ibu yang telah disuruh untuk mengaku sebagai pembantunya . dan pada saat pelamaran tersebut sang calon mertua Joko bertanya kepada Joko tentang orang tua Joko dan Joko menjawab bahwa orang tua laki-lakinya telah meninggal dunia pada saat Joko masih kecil. Calon mertuanya bertanya kembali tentang Ibu Joko, Joko pun kebingungan untuk menjawab, dan setelah ditanya beberapa kali oleh calon mertuamya maka Jokopun menjawab bawwa Ibunya telah meninggal dunia . seketika itupun Ibu Joko tidak dapat menahan kesabaran lagi dan secara tidak sengaja mengutuk Joko menjadi patung .

ADA SEBUAH KELUARGA YANG TERDIRI DARI SEORAG IBU DAN DUA ORANG ANAKNYA YANG BERNAMA ANIK DAN JOKO. MEREKA HIDUP DALAM KEADAAN YANG SANGAT SEDERHANA .

MBOK (sambil membawa nasi)
Anik, lauknya bawa kesini, itu tadi yang Mbok letakkan didekat kompor .

ANIK (sambil membawa lauk)
Iya Mbok .

MBOK (sambil menata makanan)
Ayo ditata dulu makanannya setelah itu panggil adikmu Joko, kita sarapan bersama.

ANIK
Joko masih mandi, Mbok

SESAAT KEMUDIAN JOKOPUN DATANG DAN DUDUK DIANTARA MBOK DAN ANIK

JOKO
Sarapannya apa, Mbok ?

MBOK
ya seperti biasanya toh Jok, tahu sama tempe .

JOKO (dengan suara keras)
Apa tahu clan tempe lagi kata Mbok ? Aku kan bosan mbok, tiap hari makan tempe dan tahu . Pokoknya aku nggak mau.

ANIK
Sudahlah Jok diakan saja . Yang kita punya kan cuma ini .

JOKO
Mungkin Mbak bisa makan seperti ini setiap hari, tapi aku nggak bisa Mbak.

MBOK
Kamu ini mbokya ngerti toh , Mbok ini kerjanya apa ? Mbokkan Cuma buruh tani . Kamu juga tahu sendiri kalau beberapa hari ini sawahnya kebanjiran.

JOKO
Mbokkan bisa cari kerja yang lain, nyuci baju orang kek, jadi buruh pabrik kek, atau yang lainnya .

MBOK
Kamu iti gimana toh Jok, memang cari kerja itu gampang.



klik di sini untuk download naskah teater selengkapnya
Download Naskah Ini

Selasa, 24 Mei 2011

Kebo Nyusu Gudel

(Naskah Lakon Remaja Satu Babak)
KEBO NYUSU GUDEL
Karya Dheny Jatmiko, Nomine sayembara penulisan naskah remaja –Jawa Timur


Pelaku

  1. Kakek Seorang kakek umur 80 tahun yang selalu terbayang-bayang peristiwa masa lalunya.
  2. Bapak Seorang lelaki pekerja kantoran.
  3. Ibu Ibu rumah tangga.
  4. Anak Anak berumur 10 tahun.



TERDENGAR MUSIK TEMBANG MEGATRUH. LAMPU WARNA BIRU MENYALA PELAN, DILANJUTKAN LAMPU ORANYE YANG FOKUS KE KURSI GOYANG (KAKEK). TAMPAK SEBUAH RUANG KELUARGA, SEORANG KAKEK BERSANTAI DI KURSI GOYANG. KAKEK MEMAKAI SEPATU TENTARA, MEMAKAI SARUNG, PECI, SAMBIL NEMBANG MEGATRUH.
Megatruh

niki wancine sukma sampun kasebut
saking dzat akarti bumi
sampun wanci dipun suwun
tan janji sakniki ugi
baline sadaya lakon

TEMBANG MEGATRUH SELESAI. KAKEK DIAM, MERENUNG. TIBA-TIBA TERDENGAR SUARA RIUH, SEPERTI SUARA DEMONTRASI. (LAMPU RUANG PELAN-PELAN MENYALA) KAKEK PANIK, MENGAMBIL SAPU DAN MEMBAWANYA SEOLAH MEMBAWA SENAPAN.



Kakek
Bangun! Bangun! Kita harus segera bersiap. Bangun kalian semua.
Muncul seorang Bapak, Ibu dan anaknya berjalan malas karena bangun tidur.

Bapak
Ada apa lagi, kek? Malam-malam begini bikin ribut?

Ibu
Ada apa to, kek?

Kakek
Ada apa. Ada apa. Apa kalian sudah tuli. Apa kalian tidak mendengar ada demo. Situasinya sekarang semakin sulit. Jadi kita harus waspada. (Berlagak seperti komandan) Kalian berjaga di pos sebelah sana. Biar aku awasi yang sebelah sini (mengambil kursi kecil dan berdiri di atasnya). Cepaaat!

Anak
Siap, komandan!

Bapak, Ibu & Anak bergegas menuju kiri panggung.

Bapak
Kalau tiap malam begini, bagaimana aku bisa nyaman kerja besok?

Ibu
Sudahlah mas, sabar, mungkin kakek sedang mimpi aneh lagi malam ini. Paling ini hanya sebentar, dan kita bisa kembali tidur. Lakukan saja. Kalau kita tidak menurut,



klik di sini untuk download naskah teater selengkapnya
Download Naskah Ini

Matahari 1/2 Mati

LAKON
MATAHARI 1/2 MATI
KARYA A. REGO SUBAGYO


DRAMATIC PERSONAE

  1. MBOK Ibu dari lima anak
  2. KARDI anak pertama
  3. PARTO anak kedua
  4. WARTI anak ketiga
  5. SUWAJI anak keempat
  6. NARKO anak kelima
  7. HARDJO tetangga




DI SEBUAH DESA YANG SANGAT TERPENCIL DAN TERPINGGIRKAN DARI DERU DAN HIRUK PIKUKNYA PEMBANGUNAN, SEPERTI TERASING. ADA KELUARGA SEDERHANA, KELUARGA PETANI SAHAJA, TIDAK PERNAH NEKO-NEKO. TENTRAM, DAMAI POKOKNYA NYAMAN. TETAPI SUATU KETIKA MUNCUL PERMASALAHAN-PERMASALAHAN DI KELUARGA TERSEBUT YANG MENGAKIBATKAN HUBUNGAN ANTAR ANGGOTA KELUARGA MENJADI TIDAK HARMONIS LAGI.

BABAK I

DI SERAMBI RUMAH, ALUNAN MUSIK GAMBARAN PEDESAAN LEMBUT MENYAPA. LAMPU MULAI PADAM. PARTO BARU PULANG DARI SAWAH

PARTO
Kok masih sepi, pada kemana ya? Apa belum pulang?

(seperti bertanya pada diri sendiri).

Sudah seminggu lebih aku sendirian menggarap sawah, akhir-akhir ini Kang Kardi jadi pemalas, pekerjaannya hanya termenung, melmun, merenung, bahkan tidak pernah bisa diajak bicara apalagi bercengkeraman. Kang Kardi selalu membisu, tak pernah mau ngomong, tak pernah mau bicara, tak pernah berkata-kata, bisu, seakan kelu dalam otaknya

(terdiam).

Apakah selamanya akan seperti ini bisu dan beku, mati. Aku sendiri semakin bingung, panenan yang jeblok, sedang harga untuk obat selangit apalagi untuk pupuk sudah tak masuk di akal

DIAM KELUARKAN BUNGKUSAN DARI KANTONG, MELINTING TEMBAKAU LALU MENYULUTNYA. NARKO PULANG SEKOLAH, TERGOPOH-GOPOH MENUTUPI MUKANYA

PARTO
Hei Ko, Narko kesini!

NARKO
Ya, Kang

PARTO
Kenapa wajahmu?

NARKO



klik di sini untuk download naskah teater selengkapnya
Download Naskah Ini

Selasa, 10 Mei 2011

KESURUPAN ATAWA Inside! Insting! Intrance!

Lakon Remaja
KESURUPAN
ATAWA
Inside! Insting! Intrance!

Karya Juma’ali



ARIL
Tidak ada yang news tentang kesurupanannya Amalia.

ANDI
Klise. Usang. Basi dan kuno!

ADANG
Itu yang keliru...pandanganmu harus dibalik!

ALIM
Ini news-news dan news...

ANWAR
Lha wong cewek cantik koq bisa kerasukan...

ANDI
Modusnya lawas! Usang.

ARIL
Pingsan, kesurupan! Perempuan selalu begitu, untuk menutupi kelemajahnnya memanfaatkan cowok dengan segala kekuatan. Menundukkan herois dan machonya kaum Adam tolol. Oleh karenanya kita akan jadi budak secara tidak langsung ataupun tak langsung.

ANWAR
Yang paling enak jadi jinnya, untunglah. Kalau begini kenapa saya dulu gak jadi jin, ya!?



ANDI
Bukan soal jin, perlu dipahami bahwa cantik bukan jaminan kesempurnaan.

ARIL
Tidak salah! Betul, kan!?

ANWAR
Inijuga untuk semangat kita-kita, biar ada keberanian naksir cewek cantik!

TERTAWA MEREKA MELEDAK.

ANDI
Yang jelek bukan berarti sempurna..

TERTAWA MAKIN MELEDAK.


ARIL
Apalagi..

ANWAR
Tapi masih dapat poin, walaupun sedikit. Asal punya keberanian.

ADISH, CEWEK GENDUT DIANTARA MEREKA PERGI BEGITU SAJA.

ADISH
Nggak usah ditanggapi..

ANDI
Tersinggung.. Kemana?

ARIL
Mau kesurupan?!

ANDI
Kesurupan itu cara ampuh untuk jadi terkenal.

ARIL
Promosi itu butuh modal!? Mahal, kawan.

ANWAR
Sekarang lagi musimnya, yang audisilah, kontes, kompetisi atau apa saja..

ARIL
Modal cupet pengin terkenal..cara praktis ya...

BARSAMA-SAMA
Kesurupan!

ANDI
Lantas jadi perhatian, pembicaraan otomatis jadi artis dan selebritis..lantas daftar caleg, cabub, cagub...gampang, kan!?

ARIL
Kalau meleset malah jadi perek!

MEJA YANG LAIN LAGI.




klik di sini untuk download naskah teater selengkapnya
Download Naskah Ini

ANAK RANTAU

Lakon Remaja
ANAK RANTAU
Karya Dian Tri Lestari

DRAMATIC PERSONAE

1. AMAR
Seorang anak rantau (lelaki, usia 26 tahun), kritis, berpikir bahwa segala peradaban berkiblat pada kebudayaan Eropa, menganggap bahwa adat Melayu (umumnya Indonesia) adalah adat yang membuat orang Melayu tak bisa maju seperti orang-orang Eropa.
2. TOK LAT
Ayah Amar (lelaki, 54 tahun) yang pendiam, kurang ekspresif, berpendirian teguh terhadap bangsa Melayu.
3. NAH
Ibu Amar (perempuan, 50 tahun) yang cerewet, ramah, senang bicara, mudah senang dan mudah pula sedih, mencintai keluarga sehingga tak peduli ideologi mana yang dipakai anak atau suaminya asalkan keluarga utuh seperti semula.
4. KAMELIA
Adik Amar (perempuan, 16 tahun) yang pada akhirnya menentang cara pandang dan ilmu Amar meskipun dia orang yang paling merindukan datangnya Amar ke tanah Melayu, lincah, terbuka pada perbedaan dan kebebasan, namun tetap kukuh pada adat Melayu.
5. WULANDARI
Gadis Melayu (perempuan, 18 tahun), disukai oleh Amar, bertutur lemah lembut, selalu tersenyum, gerak lembut gemulai, dan ramah.
6. PAK NGAH
Saudara Tok Lat yang tetap menyayangi keluarga Tok Lat meski tidak senang atas perubahan sikap dan sifat Amar, lebih banyak diam seperti Tok Lat.
7. MAK LONG
Saudara Tok Lat yang langsung membenci Amar ketika Amar menunjukkan perubahan sikap dan sifat.
8. WAK MINAH
Dukun, ramah, senang menolong tanpa mengharapkan imbalan uang ataupun harga diri.
9. SALIM SELAMAT
Orang kampung bermulut besar dan humoris.
10. LANGAU
Orang kampung, teman Salim Selamat yang masih memiliki akal sehat.
11. UDIN
Orang kampung, teman Salim Selamat yang lugu.
12. JADAM
Orang kampung
13. ASNAH
Orang kampung
14. Siti
Orang kampung



BABAK 1
LAMPU ON. PANGGUNG MENGGAMBARKAN SUASANA DI RUANG TAMU. RUANGAN TERSEBUT TERDAPAT BEBERAPA PERABOT SEDERHANA, SEPERTI PERANGKAT KURSI TAMU, TIKAR PANDAN, BANTAL, PERANGKAT SIRIH, KALIGRAFI, DAN FOTO KELUARGA. SEORANG LELAKI TUA YANG DIKENAL DENGAN NAMA TOK LAT SEDANG MENGGULUNG TEMBAKAU DI KERTAS, MEMILIN-MILINNYA, MEMBAKAR UJUNG ROKOK DENGAN API, KEMUDIAN DIHISAP. IA DIAM TENANG SAMBIL MENDENGAR SUARA ORANG MENGAJI DI KAMAR DAN SAYUP-SAYUP KERIUHAN PARA IBU YANG MEMASAK DI DAPUR. IA DUDUK CUKUP LAMA DI POJOK RUANGAN MENGHADAP PINTU (KURSI TAMU).
SUARA KETUKAN PINTU, KEMUDIAN DISUSUL SAPA ‘ASSALAMU’ALAIKUM’.
TOK LAT
Wa’alaikum salam warahmatullahiwabarakatuh...

TETAP DIAM DI TEMPATNYA. SALAM KEMBALI TERDENGAR. TOK LAT TETAP MENJAWAB JUGA TETAP TAK BERGERAK MEMBUKA PINTU. KETIKA SALAM YANG KE-3, ISTRI TOK LAT KELUAR.
NAH
Ngape lah tak mau dibukakan pintu orang datang tu? Aku ni tengah besibok di dalam. Dari tadi pagi kau menyirih jak di situ. Tak ade kerje laen ke? Makin anak kau nak datang, makin melarat pemalas kau ni. Macam mane kalo anak kau datang? Bentaaaar...
(Membuka pintu, kemudian terdiam karena kaget melihat anaknya berdiri di ambang pintu).
Amaaaaaaar...!!! Kuuurs...semangat aku, Naaak. Kau dah balek...Tok Lat, anak kau Tok Lat...anak kau...Amaaar...anak Emak. Dah besak anak Emak.

MENDADAK SEMUA ORANG BERKELUARAN MENUJU RUANG TAMU. TOK LAT BERDIRI DAN TERPAKU DI TEMPATNYA. NAH MUNCUL DENGAN MEMBAWA ANAKNYA. DISAMBUT DENGAN MERIAH OLEH SANAK KELUARGA DAN TETANGGA. BERBAGAI PERTANYAAN DIAJUKAN KEPADA AMAR YANG HANYA BISA MENJAWAB ALA KADARNYA. KEMUDIAN MATANYA TERPAKU PADA SANG AYAH YANG BERDIRI MEMATUNG DIDEPANNYA. IA MELEPASKAN TAS DAN DATANG MENCIUM PUNGGUNG TANGAN AYAHNYA.


klik di sini untuk download naskah teater selengkapnya
Download Naskah Ini

Minggu, 08 Mei 2011

Ayahku Stroke Tapi Nggak Mati

Lakon Drama Remaja
Ayahku Stroke Tapi Nggak Mati
(Suatu Hari di Bulan Januari)
Diinspirasi dari kisah Tawar Menawar dengan Tuhan
(Kelly Donald – TEEN INK)
Karya Joned Suryatmoko

DRAMATIC PERSONAE
  1. AYAH
  2. MAMA
  3. BRAM
  4. EMA




OPENING

RUMAH, DI DAPUR YANG MENYATU DENGAN RUANG MAKAN. PAGI HARI, MASIH SEPI. PEMAIN DIAM DI TEMPATNYA MASING-MASING. MAMA BERDIRI DI DEKAT PENGGORENGAN, AYAH DUDUK DIKURSI MAKAN NYRUPUT KOPI, BRAM BERDIRI DI DEKATNYA SEPERTI MAU MENGUCAPKAN SESUATU. EMA BERDIRI AGAK TERPISAH MENJADI NARATOR. SELAMA EMA BERCERITA TERDENGAR SUARA DETAK JAM.

EMA
Kalau aku memikirkan keluargaku, aku menganggapnya normal. Kedua orang tua bekerja, meski aku memanggil ibuku dengan sebutan mama dan memanggil bapakku dengan ayah. Tapi selebihnya memang benar-benar wajar. Keluarga dengan satu putri, satu putra, warna pagar rumah yang putih, dapur yang berdekatan dengan ruang makan selayaknya rumah keluarga lain. Kehidupan kami stabil dan mantap, sampai suatu hari di bulan Januari….

SUARA DETAK JAM BERGANTI DERING JAM WEKER.
SELURUH AKTIFITAS PAGI MULAI. SEMUA TERTAWA RIANG. SUARA PENGGORENGAN DI WAJAN MAMA LANGSUNG MENYAHUT SRENG…DARI KAMAR BRAM TERDENGAR LAGU POP BERISIK. EMA MUNDUR MENGHAMPIRI BRAM DAN AYAH.

BRAM (Sambil menarik kursi untuk duduk)
Tapi bagaimana mungkin ayah support MU kalau sebelum siaran langsung itu ayah sudah masuk kamar dan tidur.

EMA
Malah bagus itu! Ayah tidak ikut-ikutan berisik seperti kamu kalau nonton bola.

(mengejek Bram)

Gol….Gooollll.

BRAM
Cewek mana suka sama bola. Kamu yang berisik.

EMA
Eee…. Siaran langsung bola itu bikin hidup terbalik. Jam tidur dinihari dipakai melek, nonton bola. Makanya bangun siang.

BRAM
Siaran kemarin juga nggak dini hari kok. Aku bangun pagi.

EMA
Eee… dibangunin sama mama

(Pada Ibu)



klik di sini untuk download naskah teater selengkapnya
Download Naskah Ini

Ibu Bumi

Naskah Lakon Remaja
IBU BUMI
Karya Candra Barong Harjanto



SUASANA PANGGUNG LENGANG, KASUR KAPAS DITENGAH PANGGUNG. SESEORANG (PEREMPUAN BIJAKSANA SETENGAH TUA) MENARUH LILIN/LAMPU MINYAK PADA POSISI DEPAN, POJOK-POJOK PANGGUNG, SAMBIL MENYEBAR BUNGA.

SESEORANG
Aku mulai dari sini, Tanah…………. Air,…………….. Udara.
Aku mulai dari sini, Tanah…………. Air,…………….. Udara.
Aku mulai dari sini, Tanah…………. Air,…………….. Udara.
Aku mulai dari sini, Tanah…………. Air,…………….. Udara.
Aku mulai dari sini, Tanah…………. Air,…………….. Udara.
Aku mulai dari sini, Tanah…………. Air,…………….. Udara.
Aku mulai dari sini, Tanah…………. Air,…………….. Udara.
Aku mulai dari sini, Tanah…………. Air,…………….. Udara.
Aku mulai dari sini, Tanah…………. Air,…………….. Udara.



TIGA ORANG MASUK LALU-LALANG, BERKATA
tanah……air,……… udara……. tanah……air,……… udara……. tanah……air,……… udara……. tanah……air,……… udara……. tanah……air,……… udara……. tanah……air,……… udara…….(semakin lama semakin cepat. Seseorang mendekati kasur, membersihkan kasur, merapikan, kemudian menariknya pelan-pelan. )

SESEORANG
tanah…… kembalilah ke tanah.air…..kembalilah ke air, udara………kembalilah ke udara.{di ulang 3 kali }tanah,air,udara.kembalikan aku kepadanya,sang pencipta.

TIGA ORANG
Bolehkah aku bertanya?

ORANG 1
eeeeee…..bo…..bo…..bolehkah aku bertanya, siapa kamu, ada sesuatu yang indah, sangat menarik darimi.

ORANG 2
Dari manakah kamu?

ORANG 3
Aku melihat orang-orang lalu lalang, tanpa tegur sapa. Seperti berhala-berhala yang minta dipuja-puja, apa itu yang disebut keramahan?

ORANG 1
Aku merindukan keteduhan jiwa.

ORANG 2
Aku mencarinya, berhari-hari, bulan, tahun, dan berabad-abad

ORANG 3
Siapa kamu, aku melihat sesuatu nasihat yang terukir dari surga,nasihat cinta

ORANG 1
Apakah kamu tanah………

ORANG 2
Kamukah air………

ORANG 3
Barang kali kamu tanah, air, udara, semuanya ada padamu

SESEORANG
Aku cinta, aku dari cinta, tempat kamu barasal dan akan kembali

TIGA ORANG
Aku cinta, aku dari cinta, tempat aku berasal dan akan kembali

SESEORANG
Orang-orang mulai lupa, dari mana mereka berasal dan kemana akan kembali. Orang-orang tinggalkan agama, orang-orang lupa Tuhannya.

TIGA ORANG
Aku cinta, aku cinta, betapa indah aku, aku cinta, akulah makna….

SESEORANG
Ya, Bila cinta adalah nafasmu
Aku ingin melarutkan diri di etiap detak jantung
Di saat helaan nafas sedih dan gembiramu
Aku ingin mengenang, bahwa udara mengawali cinta
Entah apa, dimana, bagaimana?
Aku ingin mengikuti jejak yang kau sunting lewat tanah
Menyemai benih kerinduan
Bila aku penguasa cinta
Akan aku berikan kasih dan sayang pada orang
Yang tulus memaknainya dengan keabadian
Agar yang terberai bisa bersatu

ORANG 1
Kamukah perempuan yang ku cari?

ORANG 2
Aku selalu mengenang dan merindukanmu



klik di sini untuk download naskah teater selengkapnya
Download Naskah Ini

Arloji

Lakon Remaja
Arloji
Karya P. Hariyanto


PARA PELAKU

  1. Jidul Anak laki-laki berumur 15 tahun
  2. Pak pikun Pembantu rumah tangga berumur sekitar 40 tahun
  3. ibu Nyonya rumah berumur sekitar 42 tahun
  4. Tritis Gadis berusia 18 tahun



KISAH INI TERJADI DI SEBUAH KAMAR DEPAN KELUARGA YANG CUKUP TERPANDANG. TERDAPAT BERBAGAI PERLENGKAPAN YANG LAZIM DI KAMAR TAMU SEMACAM ITU, NAMUN YANG TERPENTING IALAH SEPERANGKAT MEJA DAN KURSI TAMU. PADA KIRA-KIRA PUKUL 09.00 DRAMA INI TERJADI.

DENGAN PENUH KERIANGAN, SI JIDUL MEMBERSIHKAN MEJA DAN KURSI-KURSI. KEPALANYA MELENGGUT-LENGGUT, PANTATNYA BERGIDAL-GIDUL SEIRAMA DENGAN MUSIK DANGDUT YANG TERDENGAR MERIAH. JIDUL TERKEJUT KETIKA MUSIK MENDADAK BERHENTI.


PAK PIKUN (muncul, langsung menuju ke arah Jidul)
Ayo! Mana! Berikan kembali padaku!Ayo! Mana!

JIDUL (ber-ah-uh, sambil memberikan isyarat yang menyatakan ketidakmengertiannya)

PAK PIKUN
Jangan berlagak pilon! Siapa lagi kalau bukan kamu yang mengabilnya? Ayo, Jidul, kamu sembunyikan di mana, heh?

JIDUL (ber-ah-uh, semakin bingung dan takut)

PAK PIKUN
Dasar maling! Belum sampai sebulan di sini kamu sudah kambuh lagi, ya? Dasar nggak tahu diri! Ayo, kembalikan kepadaku! Mana, heh?

JIDUL (meringkuk diam)

PAK PIKUN (semakin keras suaranya)
Jidul! Kamu mau kembalikan apa tidak? Mau insaf apa tidak? Apa mau ku panggilkan orang-orang sekampung untuk mencincangmu, heh? Kamu mau dipukuli seperti dulu lagi? Ayo, mana?

IBU (Muncul tergesa-gesa)
Eh, ada apa Pak Pikun? Ada apa dengan Jidul?

PAK PIKUN
Anak ini memang tidak pantas dikasihani, Bu. Dia mencuri lagi, Bu!

IBU
Mencuri? (tertegun). Kamu mencuri, Jidul?

JIDUL (ber-ah-uh sambil menggoyang-goyangkan kepala dan tangannya)

PAK PIKUN
Mungkir, ya? Padahal jelas, Bu! Tadi saya mandi. Setelah itu, arloji saya tertinggal di kamar mandi. Lalu dia masuk, entah mengapa. Lalu tidak ada lagi arloji saya, Bu.

IBU
O, arloji Pak Pikun hilang, begitu?

PAK PIKUN
Bukan hilang, Bu! Jelas dicurinya! Ayo, ngaku saja! Kamu ngaku saja, Jidul!

JIDUL (ber-ah-uh mencoba menjelaskan ketidaktahuannya)

PAK PIKUN
Masih mungkir? Minta ku pukul?

IBU
sabar, Pak Pikun! Sabar!

PAK PIKUN
Maaf, Bu. Ini biar saya urus sendiri! Kamu baru mau ngaku kalau dipukul, ya? Sini! (Mau memukul si Jidul).

SI JIDUL (Meloncat, lari ke luar dikejar oleh Pak Pikun)




klik di sini untuk download naskah teater selengkapnya
Download Naskah Ini

MALIN -The End Scene

Lakon Remaja
MALIN
-The End Scene
Karya M.S. Nugroho




CUPLIKAN NASKAH: 

BADAI MENGGERAM, SUARA MALIN TERTAWA LANTANG.

MALIN
Tidak. Aku tidak punya bunda seperti kau!

BUNDA
Malin, dosa apa setan apa. Kau tak kenal bunda sebanyak bumi. Nyawamu
tumbuh dari hembus nafasku. Wajahmu terpahat dari belai kasihku. Darahmu
mengalirkan air susuku. Sudahlah. Jika kau bukan anakku, kembalilah ke
kapalmu. Jika engkau benar anakku, kembalikan air susuku. Kembalikan.
Jika kau tak mampu, jadilah saja kau batu! Batulah engkau, batulah engkau!



MALIN
Bunda, benarkah engkau itu Bunda?

DALANG
Duh, Bunda si Malin Kundang
Telinga terbakar, hati berdarah
Mulut mengutuk anak tersayang
Langit keramat tersentak dan jadilah...

PENYANYI
Halilintar mencambuk lautan, maka kutukan jadilah perwujudan.

BUNDA TERTAWA KESURUPAN

DALANG
Tapi sekejap kemudian sadarlah BUNDA.
MALIN telah lenyap dari pandangan.
Tinggal sebongkah batu kesepian.
Air mata jadi rinai hujan.

PENYANYI
Tiga belas burung camar berputaran
Dengan paruh teriakan bersahutan
Kini udara menjadi mantra kutukan
Terpendam dari senja kesedihan

BUNDA
Malin! Malin! Malin! Di manakah engkau, Anakku? Malin, apakah engkau
mendengarku? Malin, jawablah. Sembunyi di mana, diam di mana, Anakku?
Jawablah. Aku yakin, kau mendengarku. Tidak bisa tidak, kau pasti mendengar aku. Dengarlah. Peluklah Bunda kau sekarang. Katakan kau merindukan aku. Ayo lakukan. Kalau tidak, buat apa aku hidup. Aku menjaga nafasku untuk mencium kening kau. Kalau Bunda tak kau jawab, sia-sialah kuhirup nafasku sendiri. Dan baju sang maut akan lebih layak
kukenakan. Upacara kematian di depan mata anaknya sendiri yang tak tahu diri. Kau lihat, Malin. Tongkat ini masih cukup tajam untuk menusuk jantung renta ini. Kau kuhitung sampai sembilan untuk datang kepadaku. Karena kau telah datang ke pangkuan bunda melalui sembilan bulan eraman rahimku. Bersiaplah, aku mulai menghitung dari angka paling akhir.

Sembilan.... Malin, baiknya, maafkan Bunda. Bunda tak sengaja, Sayang. Ini tak sengaja. Ini seperti teriakan sakit ketika gigi susumu menggigit putingku. Aku sakit kepada diriku sendiri, bukan kepada kau. Delapan... Mana mungkin seorang ibu menyakiti anaknya. Untuk apa perjuangan melahirkan kau kuhapus sendiri dengan mengusir kau. Untuk apa Bunda mempertaruhkan nyawa kalau untuk membenci kau. Untuk apa Bunda membanting tulang untuk kau. Tujuh.... Kalau pada akhirnya harus mengutuk anaknya. Untuk apa? Malin, itu bukan Bunda. Sekarang, inilah Bunda, Malin. Bunda yang rela kakinya berdarah-darah, naik-turun gunung, jutaan hasta untuk menatap wajahmu. Enam.... Inilah Bunda, Malin. Bunda
yang sabar sendirian menunggu ratusan malam di tengah udara jahat dan tamparan hujan untuk menyambut kedatangan kapal kau. Lima....

Inilah Bunda, Malin. Bunda yang rela mencium kaki kau dan bahkan berubah menjadi batu supaya kau tersenyum. Empat.... Bunda bersungguh-sungguh untuk membunuh diri jika kau tak menjawab, Malin. Tiga.... Apakah kau benar-benar telah menjadi batu? Telinga kau menjadi batu dan hati kau juga menjadi batu? Dua.... Sampai hitungan kesekian kau tidak
juga menjawabku, Malin? Apakah Bunda terlalu hina untuk kau? Satu.... Ini sudah masuk hitungan terakhir. Kau di mana? Kau memang batu. Aku mengajari kau menjadi lautan, kau malah menjadi batu. Aku akan.... Ini detik terakhir.... Nol....Nol.... Nol.... Malin, kau sangat tega, ya? Ini kau sudah putuskan. Baiklah, mungkin ini yang terbaik. Bunda memang bersalah.

Bunda memang telah mengutuk kau. (Mengoyak-ngoyak bajunya sendiri) Badan ini memang tak layak sebagai seorang bunda. Jantung ini memang baiknya diam selamanya untuk minta ampun pada kau. Bunda memang pantas mati untuk menebus kesalahan Bunda. Darah ini akan menjadi saksi. Nyawa ini untuk kau, Malin!

BUNDA MENUSUK JANTUNGNYA SENDIRI.

DALANG
Duh, derita mana bisa kalahkan derita bunda
Derita bunda karena kasih kepada putranya
Dipalingkan dan dicampakkan putranya sendiri
Putra yang tak menganggap bundanya lagi



klik di sini untuk download naskah teater selengkapnya
Download Naskah Ini

Cahaya Rembulan

Lakon Remaja
Cahaya Rembulan
oleh Rusmila

DRAMATIC PERSONAE
  1. - Abdullah (Lelaki)
  2. - Fatimah
  3. - Aisyah
  4. - Hasan
  5. - Bi Inah
  6. - Lelaki Berjubah Putih
  7. - Bartender
  8. - Teman bartender
  9. - Sopir
  10. - Petugas rumah sakit




PROLOG

LELAKI ITU DUDUK SENDIRIAN DI SUDUT PUB DENGAN SEBATANG ROKOK YANG TERSELIP DI JEMARINYA. SEBENTAR-SEBENTAR BOLA MATANYA MENGERJAP SERAYA MENGGELENG-GELENGKAN KEPALA, SEOLAH HENDAK MENGENYAHKAN PIKIRAN YANG MEMENUHI ISI KEPALANYA. INGIN IA LARI DARI SEMUA PERSOALAN, MEMBEBASKAN DIRI DARI SEGALA MACAM BEBAN YANG MENDERA. AKAN TETAPI, LELAKI ITU TAK PERNAH BERHASIL.

BABAK I
DI PUB BAR

ABDULLAH (Sambil setengah mabuk)
Hei … bartender, tambaah lagi birnya!

BARTENDER MENUANGKAN BIR KE GELAS LELAKI ITU

LELAKI (Meneguk bir di gelasnya dengan sempoyongan)
Ka … mu tau, siapa saya he … he?

SAMBIL MENEPUK DADA. BARTENDER HANYA TERSENYUM
LELAKI
Sa … ya, sa … ya seorang lelaki sukses. Kamu, kamu tau, perusahaan saya besaaar sekali. Istri saya artis top. Anak-anak saya cantik dan ganteng. Saya punya uang banyak, berlimpah.

BERDIRI SEMPOYONGAN. LELAKI ITU KEMBALI MEYODORKAN GELASNYA YANG SUDAH KOSONG.

BARTENDER (Memegang bahu lelaki)
Tuan sudah mabuk, sepuluh gelas sudah cukup, Tuan. Sebaiknya Tuan pulang saja.

LELAKI (Menepis tangan bartender)
Pulang …? Mabuk …? Akh, … kau gila. Aku tak mungkin mabuk. Aku ini ….

LELAKI TERJATUH. SI BARTENDER DAN BEBERAPA PEGAWAI PUB ITU SEGERA MENGGOTONG LELAKI ITU KELUAR. MEREKA MENCARI SOPIR LELAKI ITU YANG SETIAP MALAM SETIA MENEMANINYA.




klik di sini untuk download naskah teater selengkapnya
Download Naskah Ini

Lidah Tak Bertulang

Lakon Remaja
LIDAH TAK BERTULANG
Karya Drs. U. Nurochmat


PELAKU
1. IRMA Pelajar SMP
2. ESTI Pelajar SMP
3. JANET Pelajar SMP
4. RENI Pelajar SMP (siswa baru)

Drama berlangsung dengan latar di sebuah warung yang mangkal di pinggir jalan di depan sekolah. Namun warung tersebut masih tutup. Pagi itu cukup cerah ketika Lena, Esti, Janet, dan seorang siswi baru sedang duduk-duduk sambil berbincang-bincang. Irma datang tergopoh-gopoh karena kesiangan.



ADEGAN I

IRMA (heran melihat teman-temannya malah berkumpul di warung Pak Edi)
Hei, kok, masih pada mejeng di sini?
(memandang ke arah kiri panggung)
lho, sekolah kita sepi?
(Esti tidak jadi menjawab karena Irma langsung memotong)
Sebentar-sebentar …
(meletakkan telunjuk menyilang di bibirnya seraya berpikir)
Ini pasti ulah guru-guru kita.
(menatap satu persatu teman-temannya dengan hati-hati)
Mereka sedang rapat, kan?

ESTI
Memangnya kemarin kamu tidak membaca pengumuman di mading? Ketua kelas kita saja mengumumkan di depan kelas.

IRMA
Gimana mau baca? Aku kan nggak masuk sekolah.

JANET
Makanya kalau sekolah yang rajin, sehingga tidak ketinggalan informasi.

IRMA (Menyadari ada anak baru, Irma meliriknya)
Ini siapa, ya?

ESTI
Oya, aku sampai lupa. Kenalkan, ini Reni.
(pada siswi baru)
Ren, kenalkan ini teman kita Irmawati.
(Irma dan Reni bersalaman)

RENI
Reni Ambarsari.

IRMA
Irmawati. Kamu siswa baru di sini?
(Reni mengangguk dengan ramah)
Pindahan dari mana?

RENI
Aku pindah dari Bandung. Dari SMP Negeri 2.

ESTI
Kalian berbincang-bincang dulu, ya! Aku kangen sama toilet dulu.

JANET
Huh, dasar beser! (mengiringi kepergian Esti)




klik di sini untuk download naskah teater selengkapnya
Download Naskah Ini

Rabu, 16 Februari 2011

JOKO SEMPRUL

JOKO SEMPRUL
Karya: Puthut Buchori

Di sebuah emperan pagar sekolah, duduk seorang pemuda berpakaian seragam sekolah (smu), dia tampak murung, sedih, gelisah. ditemani sebuah walkman yang sedang memutar lagu sedih, dia mulai berkisah tentang perjalanan hidupnya.

JOKO SEMPRUL
Nama saya Joko Semprul, umur 16 tahun, kelas satu SMU. Saya adalah salah satu korban kebrengsekan lingkungan. Selepas dari SMP sayapun lepas dari papa saya, karena papa punya kekasih baru, mama tidak mau tinggal serumah dengan papa. Saya kemudian ikut mama. Kasih sayang papa sejak saat itu hanya berujud uang, uang dan uang. Sejak saat itu juga hampir saya dan papa tak pernah ketemu. Karena mama berjuang sebagai single parent, akhirnya sayapun juga malah tak terurus. Saya mulai kalut saat itu, kesepian. Hingga akhirnya ada dua orang wanita misterius yang mengaku teman saya....



Datanglah dua orang wanita misterius mendekati joko semprul.

WANITA 1
Imut.. imut... imut... adik manis jangan menagis, sedih ya ? Sedang berduka ya, kok bermuram durja ?



klik di sini untuk download naskah teater  ini selengkapnya
Download Naskah Ini

Rabu, 09 Februari 2011

Kiamat Sudah Dekat - Naskah Islami

KIAMAT SUDAH DEKAT

Karya : ABBAS MUSTAN BHANSALI


PARA PELAKU

1. FREDY
2. TEUKU HAMID
3. BAPAK
4. MAMAK
5. CUT ZOHRA
6. TEMAN – 2 ZOHRA
7. ORANG 1
8. ORANG 2
9. ORANG 3
10. JHONY
11. WANITA
12. BANCI
13. GENG 1
14. GENG 2
15. GENG 3
16. ANAK BUAH JHONY
17. LETNAN
18. POLISI 1
19. POLISI 2
20. KYAI
21. MASYARAKAT






ADEGAN PERTAMA

DI SEBUAH PERKAMPUNGAN YANG SEDERHANA NAN ASRI DI WILAYAH PULAU SUMATERA. NAMPAKLAH BEBERAPA ORANG YANG SEDANG BERADA DI GARDU JAGA.
DATANGLAH SEORANG LELAKI YANG BERPAKAIAN PERLENTE DARI KOTA UNTUK MENEMUI KELUARGANYA.

FREDY
Selamat malam, Bang. Apa benar disini daerah Lampulo ?

ORANG 1
Ya, benar. Ada apa ya ?

FREDY
Saya kemari ingin menemui keluarga saya. Tapi sampai saat ini saya belum bertemu dengan mereka.

ORANG 2
Rumahnya dimana ? Maksudnya alamat pastinya dimana ya ?

FREDY
Nah, itu makanya, saya tidak ingat lagi. Saya sudah lama tinggal di Jakarta. Hampir 20 tahun saya tidak pernah pulang ke kampung halaman. Tapi saya masih menyimpan fotonya.

ORANG 3
Sebenarnya bapak ini asli sini ? Lalu yang dimaksud keluarganya itu adalah orangtua bapak sendiri ?

FREDY
Yach begitulah. ( Muncullah beberapa wanita muslimah )

ORANG 1
Assalaamu ‘alaikum, Akhwat ! ( Para wanita menjawab salam dengan ketakutan ) Wah … Apa perlu diantar pulangnya ?

CUT ZOHRA
Terima kasih bang, kami bisa pulang sendiri.

ORANG 2
Ayolah ! Jangan sungkan-sungkan. Tidak baik lho menolak kebaikan seseorang.

CUT ZOHRA
Tidak usah bang. ( Memaksa para wanita ) Bang, jangan paksa saya. ( Meronta ).

TEUKU HAMID
Hey, lepaskan ! Jangan ganggu mereka ! ( Para wanita berlari ke dekat Teuku Hamid ).
Kalian ini tidak bosan-bosannya menggoda wanita. Itu perbuatan dosa, mengerti.


Berapa kali aku harus mengingatkan kalian. Apa perlu Rencong ini yang akan bicara ?!
( Kemudian para pemuda itu kabur sambil memberikan foto tsb ke Fredy ). Kenapa kau masih diam saja ? Menantang ya ! Aku tidak takut siapapun. Aku ini keturunan
Teuku Umar. Jagoan Rencong di daerah sini.

FREDY
Hamid, Teuku Hamid. Benarkah dirimu ?

..................

klik di sini untuk download naskah teater  selengkapnya
Download Naskah Ini

Kecusian Hati - Naskah Islami

Kesucian Hati

Sebuah Naskah Islami Karya : ABBAS MUSTAN BHANSALI




PARA PEMAIN

1. Dimas
2. Kirana
3. Zaenal
4. Rohimah
5. Syarifah
6. Imam
7. Ust. Arifin
8. Kabsyah
9. Halimah
10. Harun
11. Zar’ah
12. Khalid
13. Yazid




ADEGAN PERTAMA

DI SEBUAH RUMAH KELUARGA KAYA YANG MANA SEPASANG SUAMI ISTERI TERSEBUT SANGAT SIBUK DENGAN KARIERNYA. HINGGA ANAKNYA YANG MASIH BALITA TERPAKSA DIASUH OLEH SEORANG PEMBANTU RUMAH TANGGA.

ROHIMAH
(sedang bersih-bersih rumah) Ah … capek sekali. Sudah seharian aku bekerja, tapi rasanya tidak ada istirahat sedikitpun. Rumah sebesar ini hanya dihuni sepasang suami isteri. Suasana yang lengang karena hari-harinya mereka habiskan diluar rumah. Mereka sibuk bekerja tak kenal waktu. Bagaimana rasanya jika mereka tidak punya keinginan untuk mencari seorang pembantu rumah tangga sepertiku ? Pasti keadaan rumah tangganya berantakan. Tidak ada yang mengurus. Apalagi mereka mempunyai bayi yang membutuhkan kasih sayang dari ibunya.

IMAM
(sambil bermain kuda-kudaan) Ayo kejar penjahat itu ! Dor … dor … dor … ! Tangkap ibu !

ROHIMAH
(memanggil) Imam … Imam …

IMAM
(masih terus bermain) Ah … kuda payah. Pakai mobil aja dech. Ngeeeengg …

ROHIMAH
Imam … Imam anakku ! (Imam berhenti bermain) Masih ingat kan pesan ibu.

IMAM
Lagian penjahatnya masuk ke dalam rumah, bu. Terpaksa aku kejar. Tugas polisi kan menangkap penjahat.

ROHIMAH
Dengar nak, kalau kamu mau main jangan di ruang tamu. Ibu baru bersihkan lantainya. Nanti kalau ada barang yang pecah, bagaimana ? Bisa-bisa nyonya juragan akan marah dan memecat ibu. Lebih baik kamu bermain saja di halaman luar. Kamu mengerti polisi kecilku.

IMAM
Aku mengerti bu. Siap laksanakan perintah !

ROHIMAH
Tapi ingat jangan lama-lama mainnya. Nanti keburu juragan pulang. Atau sebaiknya kamu pulang dan tunggu saja di rumah. Siapa tahu bapakmu sudah pulang kerja dari kuli bangunan. (suara bayi menangis) Aduh … pekerjaan belum selesai, bayinya sudah bangun. (menggendong bayi) Cup … cup … sayang. Cup … cup … cup … Ayo jangan nangis. Pipis ya ! Oh … nggak pipis. Haus ya sayang ! Eh … sebentar ya ! Kita ambil susu botolnya dulu, yang sudah disiapkan mamamu tadi pagi. (ambil susu botol) Ini susunya. Kok masih nggak mau minum. (bayinya semakin nangis) Haruskah aku berikan ASI ku ini padanya lagi ? Ah … biarlah yang penting dia tidak menangis.

KIRANA
(ketika menyusui bayi tersebut tiba-tiba nyonya juragan datang dan kaget) Imah !



klik di sini untuk download naskah teater selengkapnya
Download Naskah Ini

Alkisah Isra' Mi'raj - Naskah Islami

Alkisah Isra' Mi'raj


Karya: ABBAS MUSTAN BHANSALI


Para Pemain

1. COPET I
2. COPET II
3. COPET III
4. COPET IV
5. COPET V
6. PAK KYAI
7. ANAKNYA PAK KYAI
8. JULAIHAH
9. TEMAN-2 JULAIHAH
10. SHUHAIB
11. AMMAR
12. HAMZAH
13. ZUBAIDAH
14. KHANSA’
15. ABU JAHAL
16. ISTRI ABU JAHAL
17. ABU SUFYAN
18. PARA PENGAWAL




ADEGAN PERTAMA

LOKASI PADA SEBUAH GANG YANG SEPI DEKAT SEBUAH MASJID PADA SEBUAH PERKAMPUNGAN. TERDENGARLAH BEDUG DIPUKUL LALU DISUSUL DENGAN SUARA ADZAN. NAMPAKLAH SEKUMPULAN 5 ORANG YANG SEDANG BERPESTA DAN BERFOYA-FOYA KARENA MENIKMATI HASIL PERAMPOKAN.

COPET III
Itu suara apa ?

COPET II
Suara orang adzan.

COPET I
Apa ? Suara orang edan ?

COPET II
Adzan, Goblok !

COPET I
Apa ? ( Meniling-nilingkan kepala )

COPET II
Adzan, Tuli ?!

COPET I
Oh, orang adzan. ( Berfikir sejenak ) Adzan itu apa sih ?

COPET IV
Adzan itu panggilan untuk menjalankan sembahyang. Iya kan ? Benar kan ?

COPET V
Yoi ?! Bahasa kerennya kata orang Arab, panggilan untuk Sholat. Gitu ?!

COPET I
Adzan ! Adzan ! Wah baru kali ini aku dengar istilah itu. Kok, hampir sama, ya ? Adzan ! Edan !

COPET IV
Husss, dosaaa ! Dosa lho, kamu.

COPET V
Iye nih. Asal aja kalau ngomong.

COPET I
Lho, kok dosa ? Ini kan fakta ? Kata adzan aku memang jarang mendengar. Lha, kalau kata edan mah itu sering kudengar. Waktu aku masih di asrama.


COPET III
Wah, gaya ! Jadi kamu pernah tinggal di asrama ?
...........................................
klik di sini untuk download naskah teater selengkapnya

  Download Naskah Ini

Selasa, 25 Januari 2011

PADANG BULAN

Lakon Remaja Tentang yang semestinya tetap ada namun melenyap dan sebaliknya
PADANG BULAN
Drama sederhana buat belia
Karya Ucok Klasta

Nominator Lomba Penulisan Naskah Remaja Jawa Timur 2006

TOKOH – TOKOH

  1. PADANG,
  2. BULAN,
  3. JEMBAR,
  4. KALANGAN,
  5. AKI,
  6. NINI / (SEKALIGUS)
  7. IBU LUGU,
  8. LUGU,
  9. PEJABAT PEMERINTAH KOTA,
  10. POLITIKUS (ANGGOTA DEWAN KOTA),
  11. BOSS (PENGUSAHA),
  12. PETUGAS KAMTIB



ADEGAN I

LAGU TEMA PADANG BULAN.
LAMPU HIDUP.
PEKARANGAN DEPAN RUMAH AKI-NINI.
BULAN MASUK PANGGUNG, BERTERIAK MEMANGGILI TEMAN-TEMANNYA.

BULAN
Hoooiii …Teman-temaaan …! Padaaang …! Jembaaar …! Kalangan …! Ayo kumpuuul … ! Malam bulan purnama betapa indahnya …! Jangan di rumah saja …! Mari kemari …! Bermain bersama di sini …!

DARI BELAKANG PANGGUNG BERSAMA-SAMA.

KOOR
Aduhaaai …Betapa …! Bulan purnama …Ooo indahnya …!

PADANG MASUK.

PADANG
Mana yang lain ?

BULAN, PADANG
Jembaaar …! Kalangaaan!

JEMBAR MASUK.

BULAN
Kamu tak bersama kalangan, Jembar ?

JEMBAR
Tidak.

BULAN, PADANG, JEMBAR
Kalangaaan …!

KALANGAN MASUK DENGAN DIAM-DIAM LANTAS BERTERIAK MENGAGETKAN TEMAN-TEMAN.

KALANGAN
HEI !!!

BULAN, PADANG, JEMBAR
Ora kageeet …Weee !

SEMUANYA TERTAWA.

PADANG
Nah, main apa kita sekarang ? Kejar-kejaran? Betengan? Gaprakan ? Tebak-tebakan?





klik di sini untuk download naskah teater
  Download Naskah Ini

Raja Lapuk

Lakon Drama Remaja
RAJA LAPUK

PELAKU / PEMAIN :

  1. Maha Raja
  2. Permaisuri
  3. Patih
  4. Samik
  5. Saudagar kaya
  6. Caroline Springbed
  7. Sophia La Jubek


SINOPSIS

Disebuah kerajaan yang bernama Gemah Ripah, hiduplah seorang raja yang arif dan bijaksana bernama “Raja Samik”. Namun sayang seribu sayang sang raja yang sudah berumur ini, belum memiliki seorang permaisuri. Sehingga membuat maharaja dan ibu suri cemas yang akhirnya berinisiatif untuk mencarikan permaisuri untuk Bawela melalui sayembara yang disebarkan oleh sang patih.
Setelah patih menyebarkan berita sayembara kepada para penduduk, akhirnya terdapat dua orang calon pendaftar. Calon yang pertama bernama Carollin Springbed yang memiliki ambisi yang besar untuk menjadi permaisuri. Dengan dukungan teman-temannya ia semakin optimis. Apalagi dia memiliki ibu seorang saudagar kaya. Namun Carollin kurang yakin bahwa ia dapat memenangkan sayembara. Akhirnya sang saudagar mendapatkan solusi yaitu melalui calo kerajaan yang sudah lama dikenalnya.
Pendaftar ke 2 adalah Sophia Lu . Setelah si Caroline mendaftar, melalui calo akhirnya si Caroline bertemu dengan Sophia Lu Jubek, Akhirnya terjadi perseteruan dan pertengkaran karena si Caroline tidak ingin mengikuti Sayembara karena mereka anak orang-orang miskin.
Kemudian si patih datang dan melerai pertengkaran dan mempersiapkan penyelenggaraan sayembara. Akhirnya Raja, Maha Raja, dan Ibu Suri tiba dan meminta sayembara segera dimulai. Akhirnya ketiga pendaftar menunjukkan semua kelebihannya dalam hal menari. Setelah semua peserta selesai menunjukkan semua kebolehannya akhirnya Raja Bawela menentukan keputusan meskipun pada awalnya merasa bingung. Sang raja memilih untuk berkelana mencari calon permaisuri yang bisa memikat hatinya.


KONSEP CERITA

Cerita “Hikayat Raja Lapuk” merupakan suatu cerita yang menggunakan konsep drama komedi dengan lebih menonjolkan sisi komoditinya. Cerita ini mengisahkan mengenai Raja Samik, yang mencari seorang permaisuri dengan jalan mengadakan sayembara. Dari sayembara yang diadakan raja tersebut diikuti oleh 2 pendaftar. Akan tetapi, dari keduanya tidak ada yang dipilih Raja Bawela karena tidak ada yang cocok dan beliau memilih untuk berkelana. Kami mengambil konsep drama komedi dengan lebih menonjolkan sisi komedinya dengan tujuan untuk menyuguhkan tontonan yang menyegarkan agar dapat menghibur para pemirsa. Adapun pesan yang ingin kami sampaikan lewat cerita “Hikayat Raja Lapuk” ini adalah kita hendaknya selalu berhati-hati dalam memilih pasangan hidup serta jangan mengambil jalan pintas dalam menyelesaikan suatu masalah.



klik di sini untuk download naskah teater
Download Naskah Ini

Orang Malam

ORANG MALAM
Karya : Soni Farid Maulana


CAHAYA LAMPU REMANG, KETIKA MALAM TIBA DAN HUJAN BARU SAJA REDA. PADA SEBUAH TAMAN BERDIRI LELAKI SETENGAH BAYA DEKAT SEBUAH KAYU YANG HIJAU OLEH LELUMUTAN. SESEKALI TERDENGAR DESAU ANGIN YANG AMAT KENCANG. DAN SESEKALI MEMBETULAKAN MANTEL YANG DIPAKAINYA, SEAKAN-AKAN MENGUSIR HAWA DINGIN.


KIMUNG :
750 tahun aku menanti disini. Malam selalu bersambung malam, dingin dan sepi bagai sebutir batu di dasar kali.

HENING. SUARA ANGIN DAN DEDAUNAN YANG GUGUR KEMBALI MENGUSIK PENDENGARAN. SESEKALI MENGALIHKAN PANDANGANYA KE ARAH YANG GELAP, SEAKAN-AKAN IA SEDANG MENANTI SESEORANG YANG KELAK DATANG PADANYA MALAM ITU.



KIMUNG :
Suara itu, suara itu ….. ( SEPERTI LANGKAH KAKI YANG MENGINJAK DEDAUNAN YANG BERGUGURAN ).

Jika kau yang datang aku sambut kau dengan mautku cempaka.

Kekasih, mengapa jarak dan bahasa memisahkan kita?!Mengapa malam selalu berselimut kabut duka cita?! Mengapa tajam pisau selalu menghanus ke dada, setelah dendam dan amarah menyemak bagai pikiran gelap?!

HENING. SESEKALI TERDENGAR LANGKAH KAKI YANG MENDEKAT. DARI ARAH YANG GELAP DATANG SEORANG PEREMPUAN YANG JUGA SETENGAH BAYA BERAMBUT PANJANG. SEPARUH WAJAHNYA TERKENA CAHAYA LAMPU YANG ADA DI TAMAN ITU. IA TIDAK MENYADARI BAWA SEGALA SESUATU YANG TENGAH IA LAKUKAN TERNYATA DIPERHATIKAN OLEH SEORANG PEREMPUAN, YANG JUGA SETENGAH BAYA HENDAK DATANG KE TAMAN ITU.



KIMUNG :
O, malam yang mengental oleh luka. Kini aku ingat semua kejadian itu. Pada suatu tempat yang kulupa, aku bertemu dengan dirinya.
Saat itu, sehabis kerusuhan, pada sebuah jalan yang sarat dengan pecahan kaca aku melihat pelipisnya berdarah, dihajar sebutir batu. Sejak itu, pertemuan demi pertemuan beranak-pinak.

Tapi perpisahan mengapa harus terjadi?! O malam yang dingin bagai uap es yang mengepul dalam kulkas, O bintang jatuh yang berkilauan dilangit jauh, nyala api yang menghanguskan perkampungan kumuh, O kau yang timbul tenggelam dalam ingatan, mengapa hidup harus berlembah dan berjurang kata-kata?!




DIRAH :
Tidakkah kau bosan berkata demikian?! Betapa sering aku mendengar kau berkata-kata seperti itu. Seakan-akan tidak ada lagi yang pantas kau kerjakan. Alangkah cengengnyaengkau seperti orang yang baru putus cinta.

KIMUNG :
Kau siapa?! Rasanya baru pertama kali aku didatangi oleh seorang wanita. Biasanya pada malam-malam seperti ini hanya bangku-bangku taman yang bisu menemaniku dengan seluruh kesepian dan kesunyian alam raya.

DIRAH :
Aku bukan siapa-siapa.Boleh jadi aku pikiran buruk yang datang dari dasar kegelapan. Boleh jadi pula, aku bukan siapa-siapa bagimu.

KIMUNG :
Apa urusanmu datang kemari?! Apakah disini, ditempat ini, ada sesuatu yang menarik perhatianmu?!

DIRAH :
Aku datang ke sini untuk melepas lelah. Sungguh tak ada sesuatu apa pun yang menarik ditempat ini, termasuk dirimu.

KIMUNG :
Memang aku tertarik padamu?! O, jangan mimpi. Ah, ah, ah. Aku tahu kini, kau pasri wanita kesepian, bukan?! Sudahlah, siapa pun kau, ada baiknya kau mendekat ke mari. Kau tidak akan marah bukan, jika aku bertanya padamu, apa yang menyebabkan engkau malam-malam sepeti ini datang ketempat ini sendirian?! Apakah suamimu tidak akan mencarimu?! Aku tahu jawabannya, kau pasti melarikan diri karena suamimu kawin lagi dengan orang lain?!

DIRAH :
Buruk betul prasangkamu itu. Punya suami atau tidak, itu bukan urusanmu. Ini taman punyaku. Sering pada malam-malam seperti ini, aku duduk dibangku yang ini.

Disini, ditempat yang kau duduki ini, aku teringat masa laluku, akan api yang menghanguskan perkampungan kumuh.

Kau tahu, gedung-gedung megah itu berdiri diatas kuburan?! Dalam danau buatan yang indah itu, bila aku menyelam ke dasarnya segera kau dapatkan bangkai ribuan rumah kumuh seluas 4 desa.

Aku kesini bukan karena cengeng oleh masa lalu yang muram. Aku ke sini teringat oleh sebuah peristiwa kelam yang tidak bisa aku hapuskan begitu saja dari dasar ingatanku.

KIMUNG :
Peristiwa kelam?! Tak ku sangaka seberat itu berton-ton nasib hitam menimpa pundakmu. Aku sering datang ke taman ini, tak pernah sekali pun aku bertemu denganmu. Apa engkau sedang tidak bersandiwara?! Jangan-jangan kau intel yang gagal?!





klik di sini untuk download naskah teater
  Download Naskah Ini

SRIKANDI EDIAN (srikandi edan)

SRIKANDI EDIAN
Karya : Sang Aru
( Hardjono Wiryosoetrisno )


Daftar Pemain :
1. Srikandi : remaja putri tomboy, cerdas dan cantik
umur sekitar 17 thn.
2. Dalang : remaja laki-laki atau perempuan, kocak dan cerdas.
3. Wayang wayang : kelompok koor moderat umur sekitar 17 thn
jumlahnya lebih 5 orang boleh laki, perempuan atau campuran.
4. Pak pos : laki-laki atau perempuan umur sebaya mereka yang penting bisa
naik sepeda motor atau sepeda biasa.
5. Dibantu oleh kelompok musik.





Synopsis

Srikandi jaman wayang belajar ilmu memanah kepada Arjuna pemilik ilmu Danurwendo, jaman sekarang atau masa depan Srikandi belajar ilmu sejarah kepada Arjuna juga.
Srikandi kali ini ingin belajar sejarah negeri ini supaya tahu dengan jelas sejarah negerinya. Selama ini sejarah hanyalah sebagai ilmu yang dihafalkan.
Sampai sedikit edian Srikandi berusaha mencari Arjuna untuk belajar sejarah, tetapi sayang sekali sampai cerita ini habis Srikandi tak bisa belajar sejarah tentang negerinya. Mengapa ?
Apakah Arjuna memang tak mau ditemui Srikandi, atau karena sejarah negeri ini tak perlu dipelajari, dan hanya dihafalkan saja ? Inilah kegelisahan Srikandi Srikandi jaman ini.



klik di sini untuk download naskah teater
Download Naskah Ini