Pages

Selasa, 30 November 2010

Kumpulan Dongeng Anak

 

Pada suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keuangan keluarga yang memprihatinkan, sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas.
Maka tinggallah si Malin dan ibunya di gubug mereka. Seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan bahkan sudah 1 tahun lebih lamanya, ayah Malin tidak juga kembali ke kampung halamannya. Sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin untuk mencari nafkah.

Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.
Setelah beranjak dewasa, Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Malin tertarik dengan ajakan seorang nakhoda kapal dagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi seorang yang kaya raya.
Malin kundang mengutarakan maksudnya kepada ibunya. Ibunya semula kurang setuju dengan maksud Malin Kundang, tetapi karena Malin terus mendesak, Ibu Malin Kundang akhirnya menyetujuinya walau dengan berat hati. Setelah mempersiapkan bekal dan perlengkapan secukupnya, Malin segera menuju ke dermaga dengan diantar oleh ibunya.
"Anakku, jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan, jangan kau lupa dengan ibumu dan kampung halamannu ini, nak", ujar Ibu Malin Kundang sambil berlinang air mata.
Kapal yang dinaiki Malin semakin lama semakin jauh dengan diiringi lambaian tangan Ibu Malin Kundang. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Di tengah perjalanan, tibatiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu.


Kumpulan Cerita Anak



Di suatu hutan yang rindang, hidup berbagai binatang buas dan jinak. Ada kelinci, burung,kucing, capung, kupu-kupu dan yang lainnya. Pada suatu hari, hutan dilanda badai yangsangat dahsyat. Angin bertiup sangat kencang, menerpa pohon dan daun-daun. Kraak! terdengar bunyi dahan-dahan berpatahan. Banyak hewan yang tidak dapat menyelamatkandirinya, kecuali si semut yang berlindung di dalam tanah. Badai baru berhenti ketika pagimenjelang. Matahari kembali bersinar hangatnya.

       Tiba-tiba dari dalam tanah muncul seekor semut. Si semut terlindung dari badai karena ia bisa masuk ke sarangnya di dalam tanah. Ketika sedang berjalan, ia melihat seekor kepompong yang tergeletak di dahan daun yang patah. Si semut bergumam, "Hmm, alangkah tidak enaknya menjadi kepompong, terkurung dan tidak bisa kemana-mana". "Menjadi kepompong memang memalukan!". "Coba lihat aku, bisa pergi ke mana saja ku mau", ejek semutpada kepompong. Semut terus mengulang perkataannya pada setiap hewan yang berhasil ditemuinya.
       Beberapa hari kemudian, semut berjalan di jalan yang berlumpur. Ia tidak menyadari kalau lumpur yang diinjaknya bisa menghisap dirinya semakin dalam. "Aduh, sulit sekali berjalan di tempat becek seperti ini," keluh semut. Semakin lama, si semut semakin tenggelam dalam lumpur. "Tolong! tolong," teriak si semut.
       "Wah, sepertinya kamu sedang kesulitan ya?" Si semut terheran mendengar suara itu. Iamemandang kesekelilingnya mencari sumber suara. Dilihatnya seekor kupu-kupu yang indah terbang mendekatinya. "Hai, semut aku adalah kepompong yang dahulu engkau ejek.Sekarang aku sudah menjadi kupu-kupu. Aku bisa pergi ke mana saja dengan sayapku.Lihat! sekarang kau tidak bisa berjalan di lumpur itu kan?" "Yah, aku sadar. Aku mohon maafkarena telah mengejekmu. Maukah kau menolongku sekarang?" kata si semut pada kupu-kupu. Akhirnya kupu-kupu menolong semut yang terjebak dalam lumpur penghisap. Tidak berapalama, semut terbebas dari lumpur penghisap tersebut. Setelah terbebas, semutmengucapkan terima kasih pada kupu-kupu. "Tidak apa-apa, memang sudah kewajiban kita untuk menolong yang sedang kesusahan bukan?, karenanya kamu jangan mengejek hewanlain lagi ya?" Karena setiap makhluk pasti diberikan kelebihan dan kekurangan oleh yangMaha Pencipta. Sejak saat itu, semut dan kepompong menjadi sahabat karib. 

HIKMAH :Sesama makhluk ciptaan Tuhan, janganlah saling mengejek dan menghina,karena siapa tahu yang dihina lebih baik kedudukannya daripada yang menghina.

Hatiku Milikmu - Fatimah Syarha Mohd Noordin



Umar Al-Mujahid keliru. Hatinya direntap dua cinta berbeza. Sukar untuknya menilai kerana hakikat kedua-dua cinta itu indah di matanya.
Antara cinta yang pasti dan tidak pasti, Umar Al-Mujahid akur pada situasi. Dia memilih cinta yang pasti berbalas daripada seorang gadis jelita. Kehadiran gadis itu benar-benar mengubat luka penantiannya. Dia tidak mahu lagi mengharap pada cinta yang tidak pasti daripada si dia yang dianggapnya tidak sudi. Umar sudah putus asa dengan cinta si dia. Namun, hatinya tak pernah mengerti. Bayangan si dia tetap juga menghantui.

Tatkala dunia cinta pilihannya dilalui, suara imannya berbicara. Antara dua cinta yang dicari bukanlah segalanya… Hatinya terkesima pada cinta Allah dan Rasul yang mengajaknya kembali kepada tarbiyyah dan da’wah yang pernah dilalui. Cinta tarbiyyah dan da’wah, cinta yang cuba diusir daripada hidupnya kerana terlalu kecewa dengan cinta si dia yang tak berbalas. Baginya, tarbiyyah dan da’wah lah orang ketiga yang merampas cintanya. Namun, tarbiyyah dan da’wah tak pernah kecewa merebut cintanya. Cinta perjuangan itu memburunya saban waktu dengan perantaraan teman-teman tercinta, terutamanya yang sama-sama menuntut di Sekolah Taman Islam. Rupa-rupanya, cinta Allahlah yang berkuntum segar di sebalik cinta tarbiyyah dan da’wah.
‘’Hatiku milik siapa?’’ Umar Al-Mujahid terus mencari. Dia mengalami konflik diri kerana kurang persiapan hati untuk menempuh ranjau dan duri di universiti. Akhirnya, suara iman memberikan jawapan.
Apakah dilema cinta yang dihadapi?
Apakah rahsia dia boleh berinteraksi dengan imannya?
Apakah kesudahan cinta Umar Al-Mujahid?
Kepada siapa akhirnya diserahkan hatinya?
Dan banyak lagi persolan yang tersimpul dalam episod hidup Umar Al-Mujahid. Rungkaian kepada persoalan-persoalan yang melingkari kisah ini akan membawa pembaca bertanya diri sendiri,
‘’Hatiku pula milik siapa?’’.


Peti Mati alias T.R.U.S.T (naskah komedi)

Naskah ini merupakan sumbangan dari Dukut Wahyu Nugroho (Teater Nglilir)

Lakon Komedi
T.R.U.S.T
(Tuan Raden Urip Suwondo Tercinta)

Adaptasi Naskah "Peti Mati"
karya Yessi Anwar


BAGIAN I
ADEGAN. 1
DISEBUAH RUANG TAMU, ADA PETI MATI DISANA. SEORANG BABU SETENGAH TUA TENGAH NGEPEL SENDIRIAN DIMUKA SEBUAH PETI MATI YANG TAMPAKNYA BARU DIANTARKAN BERSAMA SEBUAH KOPER SERTA SEPUCUK SURAT OLEH POLISI KE ALAMAT RUMAH MAJIKANNYA ITU.
1. BABU :( BERDIRI DIBELAKANG PETI MATI, SEBUAH LAP DISANDANG DI PUNDAKNYA, DITANGANNYA ADA SEPUCUK SURAT YANG SUDAH DIBUKA AMPLOPNYA. TAMPAKNYA BABU ITU TELAH SENDARI TADI MEMBERSIHKAN RUANG TAMU KEIKA POLISI DATANG MENGANTARKAN PETI MATI ).

Bukan main…………………………bukan main ( MERASA HERAN ) Kok iso yaaa… orang mati saja pake dikirim dari luar negeri segala. Apa disini kekurangan orang mati. La wong, semalem saja..ditipi, katanya banyak orang mati di mbali waktu ada gempa……. Mbo’ya, ngurus itu saja….. pake diluar negeri segala. Polisi kurang gawean! Kalo ngak ada kerjaan ya mbok nangkep maling dipasar sana…… dari pada ngiring wong mati…… kan mahal ongkosnyya, buang-buang duit saja, mendingan dibeliin krupuk bisa dapet sejuta, buat ngasi wong sak kampong…………. Macem-macem….. ( MEMBERESKAN KURSI DAN MEMUKUL BANTAL-BANTALNYA ) Kalo ngirim, ya mbo’ ngirim duit ! ngirim jarik kek, ngirimke mobil kek, tekek kek…… ‘kan banyak yang lain, ini ngirim mayit, mange siniki kuburan apa? Edan tenan……… ( MENGINGAT SESUATU) Apa ya katanya polisi tadi? Polisi edan! Biki repot saja………… apa ya? O iya ……..
( MENIRUKAN GAYA POLISI BICARA ) Maaf, apa disini rumah Dr. R. Urip Suwondo yang pernah tinggal di Manila? Kalau beliau belum pulang kantor, bisa bertemu dengan istrinya? Apakah saudari istri tuan Urip Suwondo?


klik di sini untuk download naskah teater peti mati

PASSWORD: gusmelriyadh

Download Naskah Ini

Minggu, 28 November 2010

Komik : Tarzan

Buat yang kepingin nostalgia ini ada kumpulan komik Tarzan. langsung download saja ya.
Ada sekitar dua puluhan komik, lumayan buat hiburan.

Komik terbitan Marvel ini berkisah tentang seorang bayi yang tertinggal didalam hutan. Sang bayi ini kemudian diasuh oleh induk kera.

Pengin baca lebih lanjut ?

Download saja ya :

Kumpulan 31 Cerita Rakyat Indonesia

Kumpulan Cerita Rakyat Lengkap : 31 cerita rakyat Indonesia: Sangkuriang, LEGENDA CANDI PRAMBANAN, Aryo Menak, Si Lancang, Terjadinya Danau Toba, Si Sigarlaki dan Si Limbat, Aji Saka, Arti Sebuah Persahabatan, Batu Golog, Bende Wasiat, Buaya Ajaib, Asal Usul Danau Lipan, Buaya Perompak, Cindelaras, Kancil si pencuri Timun, Kelelawar Yang Pengecut, Keong Mas, Kera dan Ayam, Kera Jadi Raja, Kutukan Raja Pulau Mintin, La Dana dan Kerbaunya, Laba-laba, kelinci dan sang bulan, Loro Jonggrang, Lutung Kasarung, Malin Kundang, Manik Angkeran, Pak Lebai Malang, Puteri Junjung Buih, Raja Parakeet, Si Pahit Lidah, Si Pitung.



Festival Topeng

FESTIVAL TOPENG
(Juara Harapan I Sayembara menulis Naskah Drama DKJ 2003)
Karya Budi Ros

Dramatic Personae

  1. Mbah Joyo 70 Tahun
  2. Blentung; anak Joyo 35 Tahun
  3. Mitro 35 tahun
  4. Genggong; Ketua Panitia 65 tahun
  5. Laras; Nyonya Genggong 55 Tahun
  6. Jarkoni; Lurah Desa 40 tahun
  7. Sami’un 45 tahun
  8. Kamun 30 tahun
  9. Bawor 30 tahun
  10. Gubil 30 tahun
  11. Tuji 30 tahun
  12. Kirno 40 tahun
  13. Peang 25 tahun
  14. Panjul 25 tahun
  15. Orang ke 1
  16. Orang ke 2
  17. Orang ke 3
  18. Orang ke 4
  19. Orang ke 5; Kakek Bawor 70 tahun
  20. Mijem; istri Kirno 39 tahun
  21. Sukasih; istri Peang 20 tahun
  22. Warti 17 tahun
  23. MC
  24. 3 ksatria utama; peserta Festival Topeng
  25. Parjan; peserta Festival Topeng
  26. Pono; peserta Festival Topeng
  27. Yasmudi
  28. Parmin
  29. Kamto
  30. Wahyu
  31. Panitia yang menggiring arak-arakan
  32. Petugas
  33. Ngaisah; istri Yasmudi

PEMBUKA

Jalanan Desa. Pagi. Iring-iringan peserta festival topeng bergerak menuju tanah lapang, tempat festival tahunan khas desa itu biasa digelar. Meriah betul suasananya. Terdengar bunyi tetabuhan penuh gereget. Di pinggir jalan itu, tampak orang-orang sedang bergerombol menonton dan menambah meriah suasana. Mereka saling berbisik, mengomentari, menyoraki dan mengolok. Juga mengumpat dan memaki. Semua ucapan itu serba spontan dan jujur hingga tak seorang pun sakit hati.
Kasmun, Bawor, Gubil dan Tuji, pemuda desa yang paling vocal sedang mengomentari para calon peserta festival topeng yang menurut mereka “aneh-aneh” dan lucu-lucu.

KASMUN
Wah, ini baru festival. Hebat….hebat. pesertanya banyak betul

BAWOR
Ya. Belum pernah sebanyak ini

TUJI
Kalau tidak percuma dong. Sumbangan kita tahun ini juga paling besar

BAWOR
Betul. Paling besar

KASMUN
Buset!!! Topeng apa itu, Parjan!? Serem amat, kayak memedi sawah

PARJAN
Diam kamu. Tahu apa kamu selain cangkul dan combronya Jamilah? Ini seni, monyong!

Orang-orang tertawa

GUBIL
Apanya yang seni? Berani bertaruh, nggak bakalan menang, Parjan. Jauh…jauh….

PARJAN
Menang kalah urusan belakangan, yang penting partisipasi. Daripada kalian, sawah melulu yang diurusin. Sekali-kali ikut festival dong kayak saya. Ini hiburan sehat, rekreasi sekaligus melestarikan tradisi leluhur

KASMUN
Leluhur siapa? Leluhur kita sudah lama mati, Parjan. Tradisi juga sudah lama sekarat, tinggal nunggu koit. Kalau Sri Lestari masih ada. Di Jakarta dia jadi babu

Orang-orang tertawa

PANITIA
Saudara-saudara, mohon tenang!




klik di sini untuk download naskah teater
 Download Naskah Ini