Pages

Selasa, 25 Januari 2011

PADANG BULAN

Lakon Remaja Tentang yang semestinya tetap ada namun melenyap dan sebaliknya
PADANG BULAN
Drama sederhana buat belia
Karya Ucok Klasta

Nominator Lomba Penulisan Naskah Remaja Jawa Timur 2006

TOKOH – TOKOH

  1. PADANG,
  2. BULAN,
  3. JEMBAR,
  4. KALANGAN,
  5. AKI,
  6. NINI / (SEKALIGUS)
  7. IBU LUGU,
  8. LUGU,
  9. PEJABAT PEMERINTAH KOTA,
  10. POLITIKUS (ANGGOTA DEWAN KOTA),
  11. BOSS (PENGUSAHA),
  12. PETUGAS KAMTIB



ADEGAN I

LAGU TEMA PADANG BULAN.
LAMPU HIDUP.
PEKARANGAN DEPAN RUMAH AKI-NINI.
BULAN MASUK PANGGUNG, BERTERIAK MEMANGGILI TEMAN-TEMANNYA.

BULAN
Hoooiii …Teman-temaaan …! Padaaang …! Jembaaar …! Kalangan …! Ayo kumpuuul … ! Malam bulan purnama betapa indahnya …! Jangan di rumah saja …! Mari kemari …! Bermain bersama di sini …!

DARI BELAKANG PANGGUNG BERSAMA-SAMA.

KOOR
Aduhaaai …Betapa …! Bulan purnama …Ooo indahnya …!

PADANG MASUK.

PADANG
Mana yang lain ?

BULAN, PADANG
Jembaaar …! Kalangaaan!

JEMBAR MASUK.

BULAN
Kamu tak bersama kalangan, Jembar ?

JEMBAR
Tidak.

BULAN, PADANG, JEMBAR
Kalangaaan …!

KALANGAN MASUK DENGAN DIAM-DIAM LANTAS BERTERIAK MENGAGETKAN TEMAN-TEMAN.

KALANGAN
HEI !!!

BULAN, PADANG, JEMBAR
Ora kageeet …Weee !

SEMUANYA TERTAWA.

PADANG
Nah, main apa kita sekarang ? Kejar-kejaran? Betengan? Gaprakan ? Tebak-tebakan?





klik di sini untuk download naskah teater
  Download Naskah Ini

Raja Lapuk

Lakon Drama Remaja
RAJA LAPUK

PELAKU / PEMAIN :

  1. Maha Raja
  2. Permaisuri
  3. Patih
  4. Samik
  5. Saudagar kaya
  6. Caroline Springbed
  7. Sophia La Jubek


SINOPSIS

Disebuah kerajaan yang bernama Gemah Ripah, hiduplah seorang raja yang arif dan bijaksana bernama “Raja Samik”. Namun sayang seribu sayang sang raja yang sudah berumur ini, belum memiliki seorang permaisuri. Sehingga membuat maharaja dan ibu suri cemas yang akhirnya berinisiatif untuk mencarikan permaisuri untuk Bawela melalui sayembara yang disebarkan oleh sang patih.
Setelah patih menyebarkan berita sayembara kepada para penduduk, akhirnya terdapat dua orang calon pendaftar. Calon yang pertama bernama Carollin Springbed yang memiliki ambisi yang besar untuk menjadi permaisuri. Dengan dukungan teman-temannya ia semakin optimis. Apalagi dia memiliki ibu seorang saudagar kaya. Namun Carollin kurang yakin bahwa ia dapat memenangkan sayembara. Akhirnya sang saudagar mendapatkan solusi yaitu melalui calo kerajaan yang sudah lama dikenalnya.
Pendaftar ke 2 adalah Sophia Lu . Setelah si Caroline mendaftar, melalui calo akhirnya si Caroline bertemu dengan Sophia Lu Jubek, Akhirnya terjadi perseteruan dan pertengkaran karena si Caroline tidak ingin mengikuti Sayembara karena mereka anak orang-orang miskin.
Kemudian si patih datang dan melerai pertengkaran dan mempersiapkan penyelenggaraan sayembara. Akhirnya Raja, Maha Raja, dan Ibu Suri tiba dan meminta sayembara segera dimulai. Akhirnya ketiga pendaftar menunjukkan semua kelebihannya dalam hal menari. Setelah semua peserta selesai menunjukkan semua kebolehannya akhirnya Raja Bawela menentukan keputusan meskipun pada awalnya merasa bingung. Sang raja memilih untuk berkelana mencari calon permaisuri yang bisa memikat hatinya.


KONSEP CERITA

Cerita “Hikayat Raja Lapuk” merupakan suatu cerita yang menggunakan konsep drama komedi dengan lebih menonjolkan sisi komoditinya. Cerita ini mengisahkan mengenai Raja Samik, yang mencari seorang permaisuri dengan jalan mengadakan sayembara. Dari sayembara yang diadakan raja tersebut diikuti oleh 2 pendaftar. Akan tetapi, dari keduanya tidak ada yang dipilih Raja Bawela karena tidak ada yang cocok dan beliau memilih untuk berkelana. Kami mengambil konsep drama komedi dengan lebih menonjolkan sisi komedinya dengan tujuan untuk menyuguhkan tontonan yang menyegarkan agar dapat menghibur para pemirsa. Adapun pesan yang ingin kami sampaikan lewat cerita “Hikayat Raja Lapuk” ini adalah kita hendaknya selalu berhati-hati dalam memilih pasangan hidup serta jangan mengambil jalan pintas dalam menyelesaikan suatu masalah.



klik di sini untuk download naskah teater
Download Naskah Ini

Mencari Keadilan (Terjemahan W.S. Rendra)

berikut ini adalah naskah drama mencari keadilan hasil terjemahan W.S. Rendra dari sebuah karya Bertolt Brecht
MENCARI KEADILAN
Karya Bertolt Brecht - Terjemahan W.S Rendra

Tokoh-Tokoh:
  1. Hakim A
  2. Inspektur
  3. Jaksa
  4. Pengawal
  5. Babu
  6. Hakim B

BULAN JANUARI YANG BERKABUT. NAMPAK DARI JENDELA SUASANA UDARA PAGI YANG MURUNG. LAMPU GAS YANG BUNDAR MASIH MENYALA. HAKIM A MEMAKAI JUBAHNYA. PINTU DIKETUK ORANG

HAKIM A
Ya, masuk (inspektur polisi masuk)

INSPEKTUR
Selamat pgi, Yang Mulia

HAKIM A
Selamat pagi Herr Tallinger. Saya minta anda dating karena saya ingin menanyakan soal Gold Schimt, Kellner dan Gaunitser. Saya mengaku bahwa persoalan ini tidak jelas bagi saya. (isnpektur tidak menjawab) menilik gawatnya persoalan dan huru-hara yang timbul akibat peristiwa ini maka tentunya pihak S.A telah mengadakan penyelidikan bukan? (inspektur mengangkat bahu) Inspektur Tallinger, saya akan merasa berterima kasih seandainya anda mau memberikan kesimpulan mengenai peristiwa ini sebelum pengadilan saya buka. Itu bias anda lakukan bukan?

INSPEKTUR (berbicara seperti mesin)
Pada tahun yang lalu, pada tanggal 2 Desember pada jam 08.15 di waktu pagi hari, tiga orang anggota S.A, Schimt, Kellner dan Gaunitser, menyerang masuk kedalam toko perhiasan Khun di jalan Fredrik, bertukar jawab beberapa kata, dan melukai Khun, yang berumur lima puluh empat tahun, di bagian belakang kepalanya. Peristiwa ini juga bencana materiil seharga kira-kira 11.000 Mark. Penyelidikan polisis yang dikerjakan pada tanggal 7 Desember, pada tahun yang lalu membuktikan bahwa….

HAKIM A
Tallinger yang terhormat, semua itu telah tertulis dalam laporan ini. (dengan jengkel ia menunjukkan pada laporan yang Cuma terdiri dari selembar kertsa folio). Seumur hidup saya belum pernah melihat laporan yang sesingkat dan seceroboh ini. Dan tidak lagi ada embel-embel lagi yang diajukan kepada saya ini. Baiklah, jadi semuanya sudah tertulis disitu. Saya harap bahwa anda rela menjelaskan latar belakang dari persoalan ini.
......................




klik di sini untuk download naskah teater
  Download Naskah Ini

Orang Malam

ORANG MALAM
Karya : Soni Farid Maulana


CAHAYA LAMPU REMANG, KETIKA MALAM TIBA DAN HUJAN BARU SAJA REDA. PADA SEBUAH TAMAN BERDIRI LELAKI SETENGAH BAYA DEKAT SEBUAH KAYU YANG HIJAU OLEH LELUMUTAN. SESEKALI TERDENGAR DESAU ANGIN YANG AMAT KENCANG. DAN SESEKALI MEMBETULAKAN MANTEL YANG DIPAKAINYA, SEAKAN-AKAN MENGUSIR HAWA DINGIN.


KIMUNG :
750 tahun aku menanti disini. Malam selalu bersambung malam, dingin dan sepi bagai sebutir batu di dasar kali.

HENING. SUARA ANGIN DAN DEDAUNAN YANG GUGUR KEMBALI MENGUSIK PENDENGARAN. SESEKALI MENGALIHKAN PANDANGANYA KE ARAH YANG GELAP, SEAKAN-AKAN IA SEDANG MENANTI SESEORANG YANG KELAK DATANG PADANYA MALAM ITU.



KIMUNG :
Suara itu, suara itu ….. ( SEPERTI LANGKAH KAKI YANG MENGINJAK DEDAUNAN YANG BERGUGURAN ).

Jika kau yang datang aku sambut kau dengan mautku cempaka.

Kekasih, mengapa jarak dan bahasa memisahkan kita?!Mengapa malam selalu berselimut kabut duka cita?! Mengapa tajam pisau selalu menghanus ke dada, setelah dendam dan amarah menyemak bagai pikiran gelap?!

HENING. SESEKALI TERDENGAR LANGKAH KAKI YANG MENDEKAT. DARI ARAH YANG GELAP DATANG SEORANG PEREMPUAN YANG JUGA SETENGAH BAYA BERAMBUT PANJANG. SEPARUH WAJAHNYA TERKENA CAHAYA LAMPU YANG ADA DI TAMAN ITU. IA TIDAK MENYADARI BAWA SEGALA SESUATU YANG TENGAH IA LAKUKAN TERNYATA DIPERHATIKAN OLEH SEORANG PEREMPUAN, YANG JUGA SETENGAH BAYA HENDAK DATANG KE TAMAN ITU.



KIMUNG :
O, malam yang mengental oleh luka. Kini aku ingat semua kejadian itu. Pada suatu tempat yang kulupa, aku bertemu dengan dirinya.
Saat itu, sehabis kerusuhan, pada sebuah jalan yang sarat dengan pecahan kaca aku melihat pelipisnya berdarah, dihajar sebutir batu. Sejak itu, pertemuan demi pertemuan beranak-pinak.

Tapi perpisahan mengapa harus terjadi?! O malam yang dingin bagai uap es yang mengepul dalam kulkas, O bintang jatuh yang berkilauan dilangit jauh, nyala api yang menghanguskan perkampungan kumuh, O kau yang timbul tenggelam dalam ingatan, mengapa hidup harus berlembah dan berjurang kata-kata?!




DIRAH :
Tidakkah kau bosan berkata demikian?! Betapa sering aku mendengar kau berkata-kata seperti itu. Seakan-akan tidak ada lagi yang pantas kau kerjakan. Alangkah cengengnyaengkau seperti orang yang baru putus cinta.

KIMUNG :
Kau siapa?! Rasanya baru pertama kali aku didatangi oleh seorang wanita. Biasanya pada malam-malam seperti ini hanya bangku-bangku taman yang bisu menemaniku dengan seluruh kesepian dan kesunyian alam raya.

DIRAH :
Aku bukan siapa-siapa.Boleh jadi aku pikiran buruk yang datang dari dasar kegelapan. Boleh jadi pula, aku bukan siapa-siapa bagimu.

KIMUNG :
Apa urusanmu datang kemari?! Apakah disini, ditempat ini, ada sesuatu yang menarik perhatianmu?!

DIRAH :
Aku datang ke sini untuk melepas lelah. Sungguh tak ada sesuatu apa pun yang menarik ditempat ini, termasuk dirimu.

KIMUNG :
Memang aku tertarik padamu?! O, jangan mimpi. Ah, ah, ah. Aku tahu kini, kau pasri wanita kesepian, bukan?! Sudahlah, siapa pun kau, ada baiknya kau mendekat ke mari. Kau tidak akan marah bukan, jika aku bertanya padamu, apa yang menyebabkan engkau malam-malam sepeti ini datang ketempat ini sendirian?! Apakah suamimu tidak akan mencarimu?! Aku tahu jawabannya, kau pasti melarikan diri karena suamimu kawin lagi dengan orang lain?!

DIRAH :
Buruk betul prasangkamu itu. Punya suami atau tidak, itu bukan urusanmu. Ini taman punyaku. Sering pada malam-malam seperti ini, aku duduk dibangku yang ini.

Disini, ditempat yang kau duduki ini, aku teringat masa laluku, akan api yang menghanguskan perkampungan kumuh.

Kau tahu, gedung-gedung megah itu berdiri diatas kuburan?! Dalam danau buatan yang indah itu, bila aku menyelam ke dasarnya segera kau dapatkan bangkai ribuan rumah kumuh seluas 4 desa.

Aku kesini bukan karena cengeng oleh masa lalu yang muram. Aku ke sini teringat oleh sebuah peristiwa kelam yang tidak bisa aku hapuskan begitu saja dari dasar ingatanku.

KIMUNG :
Peristiwa kelam?! Tak ku sangaka seberat itu berton-ton nasib hitam menimpa pundakmu. Aku sering datang ke taman ini, tak pernah sekali pun aku bertemu denganmu. Apa engkau sedang tidak bersandiwara?! Jangan-jangan kau intel yang gagal?!





klik di sini untuk download naskah teater
  Download Naskah Ini

SRIKANDI EDIAN (srikandi edan)

SRIKANDI EDIAN
Karya : Sang Aru
( Hardjono Wiryosoetrisno )


Daftar Pemain :
1. Srikandi : remaja putri tomboy, cerdas dan cantik
umur sekitar 17 thn.
2. Dalang : remaja laki-laki atau perempuan, kocak dan cerdas.
3. Wayang wayang : kelompok koor moderat umur sekitar 17 thn
jumlahnya lebih 5 orang boleh laki, perempuan atau campuran.
4. Pak pos : laki-laki atau perempuan umur sebaya mereka yang penting bisa
naik sepeda motor atau sepeda biasa.
5. Dibantu oleh kelompok musik.





Synopsis

Srikandi jaman wayang belajar ilmu memanah kepada Arjuna pemilik ilmu Danurwendo, jaman sekarang atau masa depan Srikandi belajar ilmu sejarah kepada Arjuna juga.
Srikandi kali ini ingin belajar sejarah negeri ini supaya tahu dengan jelas sejarah negerinya. Selama ini sejarah hanyalah sebagai ilmu yang dihafalkan.
Sampai sedikit edian Srikandi berusaha mencari Arjuna untuk belajar sejarah, tetapi sayang sekali sampai cerita ini habis Srikandi tak bisa belajar sejarah tentang negerinya. Mengapa ?
Apakah Arjuna memang tak mau ditemui Srikandi, atau karena sejarah negeri ini tak perlu dipelajari, dan hanya dihafalkan saja ? Inilah kegelisahan Srikandi Srikandi jaman ini.



klik di sini untuk download naskah teater
Download Naskah Ini

Jaka Tarub

Sebuah lakon Parodi dua babak
JAKA TARUB

Dramatic Personae

  1. DALANG
  2. JAKA TARUB
  3. NAWANG WULAN
  4. PEMBACA PUISI
  5. MACAN
  6. PRODUSER FILM
  7. PEREMPUAN 1
  8. PEREMPUAN 2
  9. PEREMPUAN 3
  10. PEREMPUAN 4
  11. PEREMPUAN 5
  12. PEREMPUAN 6
  13. PEREMPUAN 7
  14. KOOR
  15. MUSISI




SETTING PANGGUNG
• Sebelah kiri kelompok musik dan dalang.
• Sebelah kanan kelompok suara.
• Ruang tengah tempat bermain.

SETTING WAKTU
Sekarang. Malam bulan purnama.
Suatu malam, ketika umur 7 tahun, di kampong Krayan, Rogojampi, banyuwangi, saya nonton kentrung konon dari Trenggalek. Sekali itu melihat dan sampai sekarang tak pernah jumpa kentrung. dalang membacakan kisah naskah jaka tarub.

BABAK I
Musik Alu dan lesung. Koor menyanyi lagu dolanan.

DALANG
Maka si bulan seperti roda cikar bundar merah di timur ketika sungkup bumi adalah malam.
Kau timang bayimu di ranjang kau ikat sapimu di kandang kau bakar nyamuk dengan racun seperti kini kubakar danyang siluman dengan kemenyan.(membawa kemenyan dan asap mengepul tebal).

KOOR
Gung liwang liwung
Gung liwang liwung (dst)

DALANG
Segala dedemit, segala danyang, segala hantu…

KOOR
Gung liwang liwung (dst)

DALANG
Segala alang-alang parewang-rewang. Silakan angkat hidung dan pulang ke gunungmu, hutanmu, lautmu, kapal layarmu, awing-awang…diamlah dibalik tabirmu yang jauh dan temaram

KOOR
Niyatingsun buka layar
Buka wayang buka lakon
Dengan kalimat: La ilaa ha illAllah

KOOR
Muhammad rasulullah

Musik Suling dan rebana. Syahdu.

KOOR (menyanyi).
Si Jaka
Si Jaka

JAKA TARUB
Anak tani
Anak lading
Anak gunung gemunung di sawah desa
Si Jaka
Si Jaka
Jaka Tarub

DALANG
Anakku lanang
Jaka tak banyak tingkah



klik di sini untuk download naskah teater
  Download Naskah Ini

Rabu, 19 Januari 2011

Misteri Kamar Tersembunyi - Enid Blyton

...Fatty menarik napas panjang. Untuk sementara ia selamat! Ketika ia mulai menuruni tangga menuju ke gudang, tiba-tiba ia tertegun. Jantungnya seakan berhenti berdenyut sesaat, karena kaget. Ada orang masuk ke dalam gudang lewat lubang batu bara! Ia mendengar bunyi napas mendengus-dengus. Siapa itu? Yang pasti bukan anggota Pasukan Mau Tahu!

Jantung Fatty berdebar keras. Didengarnya orang yang baru masuk itu melompat ke atas tumpukan baru bara. Menurut perasaannya, pasti itu salah seorang dari penawannya. Tapi ia tidak mengerti, apa sebabnya orang itu masuk ke rumah lewat jalan itu.


Dengan cepat Fatty mengambil keputusan. Ketika orang yang baru masuk itu masih terpeleset-peleset di atas tumpukan batu bara, ia sudah ditubruk Fatty sehingga terpelanting ke sudut gudang.

Dan sebelum ia bisa bangkit lagi, Fatty sudah cepat-cepat naik ke atas tumpukan baru bara. Ia menggapai-gapai tepi lubang yang terdapat di atas kepalanya, lalu menjunjung dirinya keatas...

Pip yang sedang menghindari dari kejaran Pak Ayo Pergi, secara kebetulan menemukan sebuah kamar. Sebuah kamar berperabot lengkap di tingkat atas sebuah rumah kosong yang sudah bertahun-tahun tak berpenghuni. Kamar siapakah itu? Untuk apa kamar itu diperlengkapi dengan perabitan selengkap itu?